Showing posts with label balita. Show all posts
Showing posts with label balita. Show all posts

Thursday, October 03, 2013

Homemade Toy: Tangram Puzzles

Tangram adalah salah satu puzzle klasik yang sangat terkenal. Saya sudah lama sekali ingin memiliki puzzle ini. Arvin Dan saya sudah sering memainkannya di game Tangram via tablet app. Tapi sebagai seorang Mama yang percaya dengan kekuatan hands on learning, saya merasa harus memberikan pengalaman bermain Tangram secara langsung buat para krucils. 
Beberapa produk Tangram yang saya lihat di pasaran rasanya kok terlalu mahal untuk kualitas yang biasa2 aja :-P (terbuat dari kayu dengan kualitas cat yang kurang baik) ada juga yang terbuat dari plastik, merk import Dan harganya 235rb per set. Pheww.. Too pricey for my budget! Saya bertekad untuk membuat sendiri Tangram puzzles buat krucils saya.

Beberapa hari belakangan saya kurang sehat Dan banyak menghabiskan waktu di atas tempat tidur.. Rasanya sebel banget Dan kok bener2 nggak produktif :( teringatlah saya pada proyek membuat Tangram sendiri yang sejak lama belum terealisasi ini. 
Setelah dipikir2 saya memutuskan craft foam adalah bahan yang cocok, sempat berpikir untuk memakai kardus, tapi kok kayaknya akan jadi kurang awet, jadi pilihan jatuhlah ke foam. 
Untuk polanya sebenarnya sangat mudah tapi saya menggunakan printable dari sini. Di website tersedia juga pola Tangram yang besar (bagus untuk balita dan pemula), tapi kali ini saya membuat Tangram dengan pola ukuran kecil karena ingin memanfaatkan sisa-sisa craft foam yang kami miliki. Mungkin lain kali saya akan khusus membeli foam dan membuat puzzle yang besar. Bahan2 penting yang tidak boleh ketinggalan adalah gunting yang tajam, penggaris dan pulpen untuk menandai. 
Dengan beberapa potongan yang hati-hati Dan kesabaran dalam hal ukur sana-sini (hehehe) jadilah si DIY Tangram Puzzle buat para krucils!! Yay... :-) seneng deh bisa menyediakan satu lagi alat bermain dan belajar buat mereka. 
Minat mencoba moms?

Monday, September 23, 2013

Ide belajar: Memanfaatkan sisa Craft Foam untuk obyek manipulasi belajar

Saat sedang beberes laci, saya menemukan banyak sisa potongan foam craft bekas membuat art & craft yang masih tersimpan. Saya sungguh nggak bisa membuang benda2 yang saya pikir masih bisa dimanfaatkan untuk benda lainnya, jadi memang menumpuklah sisa-sisa berbagai bahan crafting di laci hehehe :) #storyofmylife
Saat itu juga saya terpikir untuk membuat tambahan obyek manipulatif untuk Neo belajar membuat pola dan berhitung. Saya pun segera mengambil penggaris dan gunting.
Setelah mengukur2 seberapa besar ukuran yang sebaiknya saya buat agar menghasilkan jumlah yang sama untuk tiap warna, akhirnya saya putuskan untuk membuat bentuk bujur sangkar ujuran 3x3cm untuk masing2 warna sebanyak 14buah. 
Bentuk bujur sangkar dipilih karena tentu paling mudah untuk diukur dan dipotong :-P hehe

Jadi deh 3set bujur sangkar 3x3cm berwarna merah, kuning dan hijau untuk Neo. Tambahkan pencetak es, langsung deh menjelma jadi perangkat belajar pola (patterning) untuk si prasekolah :-D

Ide belajar: Transparansi berwarna untuk bermain di light table

Transparansi berwarna adalah salah satu alternatif benda yang menarik untuk dimainkan di atas light table/light box. Warna-warnanya cukup kaya, saya membeli semua pilihan warna yang ada di toko (hehehe). Plastik2 lembaran yang cantik ini juga sama sekali tidaklah mahal, bila dibandingkan dengan harga mainan ataupun barang2 yang biasa kita belikan untuk anak. Saya membeli lembaran2 ini di sebuah toko fotocopy di dekat rumah dengan harga Rp. 750,-/lembar. Saya yakin bisa dibeli dengan harga lebih murah lagi bila dicari di tempat lainnya.

Tujuan utama penggunaan lembaran plastik tranparansi ini adalah bagi saya untuk sarana belajar dan eksplorasi warna dan pencampuran warna. Dengan eksperimen langsung di atas light table, anak mengalami sendiri bagaimana biru Dan kuning menjadi hijau, kuning Dan merah menjadi oranye dst. Bahas tentang warna primer Dan warna sekunder Dan bagaimana pada dasarnya semua warna dibentuk dari 3 warna primer ini. 
Bila dibentuk ke dalam berbagai bentuk, dapat dipakai untuk sarana belajar bentuk. Bentuknya dapat langsung dirasakan (sentuhan) dan dilihat oleh anak, jauh lebih baik dibandingkan belajar bentuk dari flashcards atau poster. 
Sejauh ini kami telah memanfaatkan transparansi warna warni ini sebagai media pernyortiran berbasis warna Dan juga sebagai backdrop anak2 bermain robot2an dan superhero di atas light box. Dorong anak untuk menemukan lebih banyak lagi fungsi dari yang sudah diketahui dari 1 buah/jenis benda.

tambahkan berbagai obyek unik, warna-warni dan transparan di atas light box
Indahnya warna-warna transparansi di atas light box

Tuesday, September 17, 2013

Prasekolah: Memindahkan Beras menggunakan corong

Asyik menuang beras!
Aktivitas ini termasuk ke dalam latihan practical life, karena melibatkan kegiatan sehari-hari, seperti menuang dan memindahkan obyek ke dalam berbagai wadah.
Bahan:
- Botol plastik bekas
- Corong penuang 
- Beras 1 cangkir penuh 
- Sendok (opsional)

Fokus obyek adalah botol (Bb - letter of the week). Anak dihadapkan pada botol kosong dan secangkir penuh beras. Di leher botol diletakkan corong penuang. Mintalah dia memindahkan beras di cangkir ke dalam botol.

Awalnya Neo tidak terpikir untuk menuang beras langsung dari cangkir ke dalam botol, melainkan meremas (mengambil beras dalam genggaman) dan memasukkannya lewat corong. Namun ia segera menyadari bahwa beras jadi berantakan dan jatuh kemana-mana dan hampir tidak ada yang masuk ke dalam botol. Ia pun berpikir sejenak dan meminta Sendok kepada mama (senangnya melihat logika anak in action!). Mama pun mengambilkan sendok untuk Neo. 
Segera setelah memegang sendok, Neo langsung serius memindahkan beras ke dalam botol dengan lancarnya. Ia pun bangga bisa menyelesaikan tugasnya. Sambil ia menuang beras, kami membahas bagaimana beras jatuh ke dalam Botol (cepat/lambat), apakah botol akan terisi penuh (membuat prediksi) dan tentang bunyi yang ditimbulkan oleh beras yang jatuh.

Banyak hal yang bisa dibahas dan dipelajari dari sebuah kegiatan super sederhana dan murah. Ikuti ritme berpikir anak dan jangan berikan solusi kecuali diminta. 
Selamat bermain! 

Prasekolah: DIY Sand Tray untuk latihan menulis

Latihan menulis merupakan salah satu kegiatan prasekolah yang sangat penting dan seringkali sangat ditekankan di berbagai kurikulum prasekolah. Begitu banyak worksheet gratis di web yang bisa kita dapatkan dengan mudah untuk latihan menulis bagi anak2 usia prasekolah.
Saya pribadi juga mencoba memberikan beberapa worksheet kepada Neo untuk latihan menulisnya, kadang ia bersemangat mengerjakannya, lain kali tidak begitu. Mengerjakan worksheet berulang-ulang tentunya membosankan bagi anak, jadi perlu dipikirkan berbagai cara lain untuk latihan menulis selain dengan kertas dan pensil/krayon.
Sand tray adalah salah satu ide yang saya lihat ada pada pendekatan Montessori. Tujuannya memberikan simulasi sensoris saat anak belajar membentuk huruf/angka/bentuk sehingga bisa memaksimalkan ingatannya. Sangat penting bagi anak untuk memahami urutan yang benar saat membentuk huruf/angka untuk membantu meningkatkan keahlian menulisnya ke depannya. 

Bahan yang digunakan:
- Wadah Tupperware lama yg sudah jarang dipakai (dipilih karena ada tutupnya, menghindari pasir/garam tumpah kemana-mana)
- Garam meja halus yang diwarnai dengan pewarna makanan (saya memamkai garam karena tidak memiliki pasir, jika bunda memiliki pasir yang bersih, gunakan saja pasir)
- kertas perak sebagai alas (opsional, hanya agar terlihat menarik bagi anak)


Begitu mudah dibuat dan disusun tidak sampai 1/2 jam. Hanya perlu sedikit mengukur agar kertas perak pas di dalam wadah dan mencoba-coba jumlah garam yang terbaik untuk ditaruh di dalam wadah agar tidak terlalu banyak tapi juga tidak terlalu sedikit untuk menampilkan tulisan dengan baik. 
Percobaan dengan Neo, dia suka sekali menulis dengan Sand Tray nya, bahkan ia pun menggambar dan memainkan garam di dalam wadah :-D


Monday, September 16, 2013

Prasekolah: Memindahkan Pompoms ke dalam botol menggunakan penjepit

Minggu ini Letter of the week-nya adalah Bb. Di hari pertama ini salah satu kegiatan latihan motorik halus Neo memakai botol (B - Bottle) Dan Memindahkan pompoms kedalam botol, melewati leher botol yang cukup sempit menggunakan penjepit. Cukup menantang lho... Karena dari kegiatan sebelumnya yang menggunakan pompoms dan penjepit, saya lihat Neo cukup lancar melakukannya, jadi saya putuskan untuk menambah sedikit tingkat kesulitannya.

Bahan yang dipakai:
- Botol bekas minuman yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan
- Penjepit (tweezers) 
- Pompoms ukuran medium

Neo suka sekali tantangan semacam ini, yang menuntut konsentrasi tinggi dan fokus. Mama juga suka sekali melihat ekspresi wajah Neo yang super serius! Hehehe.
Perlu diingat: karena cukup sulit (membutuhkan tingkat konsentrasi yang cukup) maka sebaiknya jumlah pompoms yang diberikan jangan terlalu banyak, maksimal sekitar 8 buah, karena anak akan bosan bila harus fokus mengerjakan sesuatu yang cukup sulit dalam waktu lama.

Minggu ke-3 MomSchool buat Neo.

Nggak terasa udah memasuki minggu ke-3 momschool dan Letter of the week adalah Letter Bb.
Wahh untuk letter Bb ini banyaaaak sekali ide muncul karena begitu banyak pilihan benda yang berawalan B. Sebut saja, Bittle, Baloon, Bear, Butterfly, bear, Book, Ball, Bicycle, Buttons, Bubbles, Dst dst. 
Bayangkan aja berbagai kemungkinan art andcraft, ide belajar math, fine motor, practical life Dan lain-lain. Woohoo...!!!

Berikut paket pertama di hari ke-1 Letter of the week B:
Tema: B is for Bottle/botol. 
- Membaca buku Happy Birthday Herbie Hippo (tekanan pada huruf B untuk Birthday)
- Untuk latihan motorik halus: Memindahkan pompoms menggunakan penjepit ke dalam botol
- Latihan menulis huruf B dan mewarnai botol
- Menyanyikan sajak Dan lagu sambil belajar berhitung tentang botol (tune lagu 19 little Indians)
- Latihan menggunting sekaligus pengenalan huruf besar B dan huruf kecil b
.... Dan masih banyak lagi kemungkinan lainnya seiring berjalannya momschool!! (super excited)

Saturday, September 14, 2013

Prasekolah: Latihan Menggunting

Satu penyesalan saya adalah dulu waktu Arvin, sang kakak masih kecil, masih seumuran Neo, saya paling anti lihat dia pegang2 gunting Dan 'benda tajam' lainnya. Ketakutan saya yang berlebihan merugikan bagi Arvin, karena akibatnya karena hampir tidak pernah dibiarkan menggunting, kecakapan mengguntingnya memang jadi kurang bagus.

Berangkat dari kebodohan saya di masa lalu yang belum banyak membaca Dan belum banyak menambah wawasan di bidang perkembangan anak usia dini, saya bertekad untuk mengekspos Neo kepada apapun selama masih dalam lingkup pengawasan saya.

Kemampuan menggunting (melakukan gerakan buka-tutup gunting, mengarahkan pisau gunting dll) merupakan latihan motorik halus yang hebat! Anak juga merasa puas karena bisa memakai suatu benda yang kebanyakan hanya dipakai orang dewasa. Keahlian menggunting juga sangat berguna dalam pendidikan anak selanjutnya di TK maupun SD.

Bahan yang digunakan:
- Gunting khusus anak
- Kertas karton yang sudah diberi garis2 panduan menggunting

Untuk latihan awal, fokusnya adalah membiasakan anak memakai gunting Dan menempatkan gunting di tangan serta menggerakannya. Jadi sebaiknya panduan menggunting berupa garis lurus dulu. Seiring kematangan otot motorik halusnya berikut dengan keahlian menggunting, panduannya bisa ditambah tingkat kesulitannya, seperti garisbzig zag, garis lengkung, garis melingkar dan seterusnya.

Thursday, September 12, 2013

Prasekolah: Mengenal Ukuran Benda


Aktivitas yang satu ini termasuk dalam pengenalan konsep matematika awal. Anak perlu memahami konsep besar, sedang, kecil, sebelum mereka bisa memahami konsep pengukuran yang lebih kompleks (mengukur dalam satuan seperti centimeter, jengkal dll).

Bahan yang digunakan:
Untuk memudahkan pemilahan, saya membuat kertas bertuliskan ukuran yang dimaksud.
Benda-Benda yang digunakan bisa benda apa saja di sekeliling rumah, bisa alat tulis, alat dapur, pakaian dan sebagainya.

Prasekolah: Menyocokkan Bentuk dengan kartu bentuk 2 set


Kegiatan ini super simpel dan menyenangkan bagi Neo. Kartu- kartu bentuk yang manis ini Saya download dan print gratis dari Mr.printables. Gambarnya yang jelas namun sederhana dan mudah dipahami balita.

Bahan: 
1 set kartu bentuk (terdiri dari pasangan gambar bentuk, berwarna-warni pada set 1 dan hitam putih/abu2 pada 1 set kedua)


Caranya dengan meminta anak menyusun kartu yang tidak berwarna pada meja/lantai, kemudian mulai mencari dan mencocokan bentuk yang sama pada set kartu berwarna. 
Jangan lupa untuk mengajak anak menyebutkan nama bentuk dan nama warna sambil melakukan aktivitas ini ya... 
Selamat mencoba!


Friday, September 06, 2013

Prasekolah: Belajar tentang Sifat Magnetis

Kegiatan yang satu ini sungguh mengasyikkan karena ada unsur eksperimental-nya bagi anak. 
Letakkan beberapa benda acak dan dengan bersenjatakan 'tongkat magnet' miliknya, anak bisa mulai menyortir mana obyek yang menempel pada magnet dan obyek mana yang tidak magnetis.


Bahan yang dipakai:
- Tongkat magnet homemade/magnet yang cukup kuat (bisa dibeli di luaran tapi saya masih belum berhasil menemukan tongkat magnet, jd untuk kali ini Saya buatkan tongkat magnet sendiri untuk Neo)
- Benda-benda untuk diselidiki anak (usahakan jumlah antara benda yg menempel ke magnet dan yang tidak cukup seimbang)

Tips: beberapa benda yang tampak jelas terbuat dari besi (berwarna perak Dan agak mengkilap) biasanya bisa membuat kita memprediksi bahwa benda itu akan menempel, padahal banyak benda yang berpenampilan serupa namun tidak magnetis (misalnya berbagai perhiasan imitasi, mainan plastik berwarna perak dsb). Gunakan benda-benda tersebut agar ada kesempatan menjelaskan pada anak bahwa sifat magnetis pada benda tidak bisa dilihat dari tampilan bendanya saja, melainkan terutama dari bahan dasar benda tersebut.

Kegiatan ini memperkenalkan balita pada konsep sains sederhana dan sifatnya menyenangkan. Neo suka sekali Dan saya suka melihat ekspresi wajahnya tiap kali berhasil menemukan benda yang menempel pada magnet.

Thursday, September 05, 2013

Prasekolah Rumah A la Neo

Pada tanggal 28 Agustus 2013 lalu Neo memulai hari pertamanya menjalani  prasekolah rumah dengan Mama.

Sibuknya mama (mama sempat mencoba kegiatan lain yang sangat menguras waktu, perhatian dan tenaga... fiuhh) dan padatnya jadwal sekolah kakak Arvin sempat membuat mama terlena, sampai-sampai pendidikan (yang terstruktur) bagi Neo sempat terkesampingkan :-P. Jadwal tidur dan bangun Neo yang juga belum teratur menjadi faktor yang cukup mempengaruhi terlambat mulainya program prasekolah rumah untuk Neo. 
Masa prasekolah sangat penting bagi balita untuk belajar banyak hal, karena masa ini merupakan masa emas dan masa terbaik untuk jendela kesempatan pembelajaran anak. artikel tentang pentingnya pendidikan prasekolah untuk anak balita, bisa dibaca disini

Di hari pertama, saya memfokuskan untuk mengobservasi kesiapan Neo secara umum, kemampuan dasar apa saja yang sudah dikuasai, bagaimana dia menerima instruksi dan bagaimana ia memilih kegiatannya sendiri.

Beberapa hal yang kami lakukan adalah:
- Memperkenalkan gerak dan lagu untuk membangun suasana dan juga pembiasaan terhadap suasana 'bersekolah'. 
Ternyata reaksi Neo cukup membuat saya kaget, dia menolak untuk mengikuti lagu dan menyanyi bersama saya. Dia benar-benar enggan bergerak maupun bernyanyi. Ya sudahlah, saya pikir. Kita coba lagi lain waktu ya...
- Memilih dan membaca sebuah buku. 
Neo saya berikan kebebasan untuk memilih dari antara 2 buah buku anak, buku yang dipilih ini akan menjadi buku yang menjadi tema utama pembelajaran kita selama seminggu ini. Buku yang dipilih adalah The Lazy Ladybird, sebuah buku bilingual (Inggris - Indonesia) karya Isobel Finn; Jack Tickle (Erlangga For Kids). Buku ini pas sekali untuk anak usia prasekolah, dengan cerita dan kata-katanya yang lucu, serta ilustrasi yang besar dan penuh warna.
- Menempel stiker dan kertas warna menggunakan lem.
Terus terang, selama ini saya cukup jarang melakukan art & crafts dengan Neo, jadi dia tidaklah sangat familiar dengan penggunaan lem, gunting, kertas warna, stiker dan sebagainya. dalam kegiatan kita kali ini, kita memfokuskan pada kemampuan Neo untuk mengenali bentuk, fungsi dan cara memakai alat-alat ini. Diluar perkiraan, ternyata berlangsung cukup lancar dan Neo sangat menyukai kegiatan barunya.
- Menggambar bebas dengan krayon.
Selama ini Neo sudah cukup sering corat-coret sana sini dan menggambar bersama sang kakak, jadi saya dengan percaya diri memberikan buku gambar kosong dan 1 set krayon. Tidak ada tema khusus atau perintah, saya silahkan dia menggambar apa saja yang dia mau. Ternyata Neo memilih untuk menggambar Neo dan mama, lengkap dengan warna pakaian yang kita pakai pada hari itu. Aww...

Secara keseluruhan, nampak jelas bahwa Neo sudah siap untuk memulai prasekolah rumah-nya dengan mama, dia nampak bersemangat melakukan 80% kegiatan kami hari ini. Yay for home preschool!

Practical Life: Mengganti Baterai pada Lampu Senter


Pada metode pengajaran Montessori, beberapa kegiatan anak mencakup beberapa kemampuan praktis dalam kehidupan sehari-hari yang umumnya dilakukan di rumah oleh para orang tua dan orang dewasa lainnya. Hal ini sangat penting karena kemampuan praktis ini membuat anak menjadi lebih 'life ready' karena pengetahuannya dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terinspirasi dari pandangan Montessori tersebut, kegiatan ini melibatkan Neo untuk belajar mengganti baterai pada lampu senter (dipilih karena merupakan jenis alat elektronik yang paling umum dan mudah di buka maupun dioperasikan dan tentu saja untuk dimainkan!). 

Kegiatan ini sangat baik untuk melatih otot-otot motorik halus (gerakan memutar penutup senter untuk membuka dan menutup, serta gerakan jari untuk menyalakan tombol pada senter). Bila dibicarakan lebih jauh dengan anak, bisa juga dijadikan pembahasan tentang sains, bagaimana baterai bisa membuat lampu menyala dan mengapa pemasangan arah Baterai yang salah akan membuat lampu senter tidak bisa menyala dan seterusnya.

Bahan yang digunakan: 
- Lampu senter sederhana
- Baterai baru 
- Sebuah kartu instruksi kecil yang saya buat untuk memberikan gambaran pada Neo tentang letak arah baterai saat dimasukan ke dalam senter kutub positif dan negatif pada baterai.

Neo bersemangat sekali pada saat pertama kali melihat persiapan untuk kegiatan ini, semua anak balita selalu senang kalau diperbolehkan memakai barang-barang milik orang dewasa :-) Sebagai reward, biarkan anak bermain dengan lampu senter setelahnya. 
Menikmati bermain dengan senternya

Prasekolah: Memindahkan Pom poms menggunakan penjepit

Salah satu kegiatan menyenangkan yang Kami lakukan Kali ini adalah sebuah bentuk latihan otot motorik halus buat Neo, yaitu Memindahkan pom poms menggunakan penjepit.
Latihan untuk otot motorik halus merupakan Hal yang sangat penting, karena berhubungan langsung dengan kemampuan Dan kesiapan anak untuk menulis (memegang Dan memanipulasi alat-alat tulis).

Bahan yang digunakan:
- Pom poms (bisa dibeli di toko kerajinan/craft atau dibuat sendiri menggunakan benang wool)
- Wadah
- Penjepit (pilih yang paling sesuai untuk ukuran tangan anak Dan tidak keras untuk digerakan)

Walaupun sempat mengeluh 'susah' pada akhirnya Neo sangat menikmati kegiatan ini, bahkan setelah berhasil memyelesaikan Neo meminta untuk mengulangi Dan memilih pom poms dengan warna favoritnya.

Wednesday, September 04, 2013

Prasekolah: Menamai warna & menyortir obyek


Kegiatan prasekolah rumah Neo Kali ini adalah pengenalan warna dan menyortir obyek berdasarkan warna (pengenalan warna dan matematika awal).

Bahan2 yang dipakai:
- Roda warna (terdiri dari 10 warna dasar yang harus dikuasai anak prasekolah berdasarkan kurikulum prasekolah internasional)
- beberapa benda yang mewakili tiap warna yang ada di roda warna


Cara bermain: 
- Anak diminta mencocokkan obyek dengan warna yang ada di RODa warna sambil menyebutkan nama warna (dalam bahasa Indonesia & bahasa Inggris). 
- Permainan bisa juga dikembangkan dan minta anak untuk menyebutkan nama benda2 yang dipakai.

Neo suka sekali menyortir apapun berdasarkan warna. Tampilan warna benda yang banyak juga menjadi hiburan tersendiri bagi mata.

Wednesday, March 07, 2012

Homemade Toy: Bottle Caps Color match & Memory game


Saya memang mengumpulkan tutup-tutup botol plastik untuk sebuah proyek kerajianan yang belum juga rampung sampai sekarang, dalam proses pengumpulannya, koleksi tutup botol plastik saya jadi banyak sekali, jadi saya pikir saya harus membuat sesuatu yang berguna untuk anak-anak saya. 
Setelah melihat banyak contoh permainan Memory yang dibuat menggunakan tutup botol, antara lain di sini, saya pun ingin membuat juga, tapi saya tahu, permainan Memory akan menjadi terlalu rumit untuk dimainkan oleh Neo (meskipun sangat pas untuk Arvin), jadi saya tidak menggunakan gambar ataupun pola yang detil, melainkan menggunakan warna-warna polos untuk dijadikan sebagai aktivitas color matching untuk Neo.  Saya puas, karena kedua anak saya (22 bulan dan 6 tahun) bisa memainkannya. Mungkin saya akan membuat lagi permainan yang sama dengan gambar yang lebih rumit/detail khusus untuk Arvin di lain waktu.


Bahan-bahan:
- 20 buah (atau lebih) tutup botol yang sama persis (merk dan varian yang sama)
- Kertas warna-warni
- Koin Rp. 100,- (sebagai cetakan yang sangat pas untuk lingkaran dalam tutup botol)
- Lem
- Alat tulis
- Gunting

Cara membuat:
1. Jiplak sepasang lingkaran seukuran uang koin 100 Rupiah ke atas aneka kertas warna-warni yang ingin digunakan. Arvin membantu saya menjiplak uang koin di atas kertas.
2. Potong lingkaran dan lem ke bagian dalam tutup botol plastik.
3. Untuk memainkan permainan Memory, susun tutup botol secara acak dan terbalik. Sedangkan untuk permainan mencocokkan warna bagi  balita, pastikan mengacak letak tutup botol dan menyusunnya dengan sisi berwarna menghadap ke atas/terlihat oleh anak.

Posisi tutup botol untuk permainan Memory

Arvin memainkan mainan barunya sambil ditemani oleh Neo

catatan: sebaiknya dimainkan dipermukaan lain (lantai terlalu licin)


Saya puas dengan hasilnya. Sebuah permainan buatan sendiri yang sederhana tapi disukai para krucils :) lagipula gratis dan hanya butuh 45 menit untuk membuatnya. 




Monday, March 05, 2012

Ide belajar balita: Matching Pairs



Kegiatan kali ini melatih anak untuk mencari persamaan/menemukan 2 buah benda yang sama (berpasangan) di antara banyak benda yang dimasukkan dalam 1 wadah. Kegiatan ini sangat bagus untuk melatih diskriminasi visual, ketelitian dan konsentrasi anak.

Saya pun bongkar-bongkar  mencari 2 benda yang sama di sekeliling rumah dan memasukkan benda-benda ini ke dalam keranjang:
- Boneka kepala gajah kecil
- Tutup wadah selai
- Segitiga kuning dari balok kayu
- Botol bekas minuman dan tutupnya
- mainan plastik doraemon
- Spidol kuning
- Mega Blocks satuan
- Bola plastik putih
- Puzzle segitiga
- Klip kertas bentuk gajah kecil
- Tumbuhan plastik
- Gelang dari manik kayu

Saya berikan instruksi sederhana kepada Neo : "Neo, semua barang di keranjang ini ada pasangannya. Neo cari 2 barang yang sama ya". Saya contohkan dengan mencocokkan sampai 2 pasang benda , kemudian menaruhnya kembali ke dalam keranjang untuk Neo lakukan sendiri. Karena kegiatan ini memerlukan banyak tempat (untuk memilah pasangan-pasangan benda), maka saya tidak menaruhnya di meja, tapi dengan menggelar selimut di kasur. 



Neo nampaknya langsung memahami maksudnya dan segera sibuk mencari benda-benda yang sama.  Dia pun sempat mengamati benda-benda yang dipegangnya dan berusaha mengkolaborasikannya dengan beda-benda lain, seperti:
- memasukkan spidol ke dalam botol
- menempatkan bola ke atas lubang botol/menganalisa apakah bola muat dimasukkan ke dalam botol
- memilah-milah jarak yang sesuai untuk tiap-tiap pasangan
dan tak lupa mengeksplorasi tiap-tiap benda yang ditemukannya. Dalam kegiatan seperti ini, orang tua seharusnya memang memberikan waktu sebanyak-banyaknya bagi balita untuk menyelesaikan 'tugas'nya dan biarkan ia berimajinasi dengan benda-benda yang ditemukannya. 
Saya nggak menyangka Neo akan mengerjakan aktivitas ini dengan serius dan sungguh-sungguh menyelesaikannya! :) I'm one happy mama.

Neo berpose setelah selesai merapikan barang-barangnya kembali ke dalam keranjang ;)

Saturday, March 03, 2012

Stik es krim & tumbler untuk latihan motorik halus


2 benda sederhana yang tersedia begitu saja di rumah, namun ternyata bisa menjadi sangat berguna untuk latihan motorik halus dan sangat digemari Neo. Letakkan Tumbler dan stik es krim dalam wadah di atas meja dan ajak anak ke meja. Instruksinya sederhana saja: "Neo, coba masukin stiknya satu-satu ke dalam tumbler ini ya..". Bila perlu, contohkan 1-2 kali. Selanjutnya biarkan si balita mencoba sendiri. Ini penting karena anak perlu belajar mendengarkan dan memahami kalimat instruksi sederhana. 

Anak pasti akan tergoda untuk memasukkan banyak stik sekaligus, tapi salah satu hal yang saya sukai dari tumbler ini, lubangnya cukup kecil, jadi paling banyak hanya bisa muat 2 stik saja. Ini kesempatan untuk mengajari anak kesabaran dan ketelitian, bahwa dia hanya bisa memasukkannya satu persatu.  Jangan lupa sebutkan warna-warna stik (jika menggunakan yang berwarna) yang berhasil dimasukkan anak untuk memantapkan pengenalannya akan warna.
Latihan motorik halusnya bukan hanya terletak pada kegiatan memasukkan stik ke dalam lubang kecil, tapi juga mengambil stik yang pipih dari permukaan wadah yang datar cukup menantang lho untuk balita, apalagi ketika jumlah stik sudah tinggal sedikit (sama seperti kita mau memungut kartu dari atas lantai yang datar, seringkali sulit bukan?). Anak akan belajar untuk memanipulasi posisi stik dan memanfaatkan sudut wadah untuk bisa memungut stik. 

Sejak pertama kali dikenalkan dengan aktivitas ini, hampir setiap hari Neo kembali meminta melakukannya. Dia suka banget! memang sepertinya ada sesuatu antara balita dengan kegiatan mengeluar-masukkan benda ke dalam wadah.


Wednesday, February 29, 2012

Kotak Kuning untuk Neo

Saya lupa mengambil foto benda-benda ini di dalam kotak sebelum diberikan ke Neo, tapi sudahlah,.. you get the point. lol
Setelah sukses dengan kotak merah-nya, saya membuatkan lagi kotak sensoris (=kotak berisi benda-benda yang ditujukan untuk merangsang sensori anak) dengan aneka barang berwarna kuning yang dimasukkan ke dalam Kotak Kuning untuk Neo, si 22 bulanku.

Isinya antara lain:
- boneka Tweety (sebagai pilihan benda yang lembut)
- celana pendek Neo (kain sebagai benda lembut)
- kertas polos kuning
- mega block
- foam block
- tupperware warna kuning (latihan motorik halus saat membuka-tutup wadah)
- tupperware berisikan snack (sebagai rangsangan taktil)
- wadah play dough
- cetakan play dough
- sedotan plastik
- mobil-mobilan
- mainan Bob The Builder
- bola dengan tekstur
- sepotong kertas crepe
- beads kayu dan tali untuk ronce
- botol plastik dari set Mini Bowling kami
- pensil
- jepit jemuran
- tutup botol plastik

Bongkar-bongkar yuuuk! Saya suka sekali menyaksikan antusiasme seorang anak kecil saat melihat barang-barang yang boleh dia buat berantakan. Memberikan kesempatan bagi balita untuk sekedar membongkar-bongkar dan memberantakan barang-barang (dengan tujuan eksplorasi tentunya) adalah salah satu hal yang menurut saya sangat berharga. Melarang balita menyentuh, apalagi membongkar-bongkar barang-barang, tentunya sudah biasa, bahkan itulah yang biasanya mereka hadapi, yaitu batasan-batasan dan larangan-larangan dimana-mana. Kebebasan untuk mengikuti rasa ingin tahunya pastilah terasa melegakan dan memerdekakan bagi mereka.


Wajah bahagianya saat menemukan Tweety, si burung kuning yang sudah lama nggak dilihatnya. "Tweety!" pekiknya. Beberapa saat kemudian ia pun menempelkan Tweety ke pipinya ;) So sweet!

Begitu menemukan sebuah wadah dengan snack di dalamnya, Neo langsung membuka wadah dan memakan beberapa butir snacknya, nggak semua, hanya beberapa butir saja. Saya memang sengaja menaruh wadah dengan isi snack dengan harapan ia menyadari dan memakannya, tapi sungguh nggak menyangka dia benar-benar meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, membuka wadah dan mencicipinya :)

Ini adalah salah satu favorit saya. Neo mengumpulkan beberapa benda ke dekat bantal guling kecil miliknya, termasuk Tweety. Setelah membaringkan Tweety di bantal, ia pun menarik celana pendek miliknya dari dalam kotak dan menutupi tubuh Tweety, ternyata celana pendeknya itu menjadi selimut. "Ini Tweety-nya bobo sini ma. Ini blankey-nya." Imanjinasinya bermain di sini, mama pun dengan semangat mendengarkan dan memperhatikan apa yang dibuat oleh Neo.  

Tak lupa Neo ikutan bobo di bantal bareng Tweety. "Neo ikut bobo." ;)

Selanjutnya Neo beralih ke foam blocks untuk menyusun landasan untuk mobil-mobilannya, Tweety pun jadi supervisor khusus ber'topi' kuning! Hihihi. Uber cute!

Saya mengajak Neo untuk bergantian menyusun menara balok yang tinggi, dia pun terpana saat melihat menara yang kami susun jadi cukup tinggi. Tapi bagian favoritnya apalagi kalau bukan merobohkannya!! Ha! Neo pun terkikik geli.

Kertas crepe sempat dicoba dijadikan dasi/kalung, tapi ternyata kurang panjang. 
Bola kuning bertesktur sempat dipegang juga, kata Neo namanya "Bola Geli". ;D 
Saat-saat balita serius dengan suatu benda seperti ini, bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menjelaskan benda tersebut kepada anak, tentang warnanya, teksturnya, beratnya, namanya, jenisnya dan sebagainya. 


Nah, yang satu ini agak improvisasi sedikit, saat menemukan hanya ada satu buah mega block di dalam kotak (saya hanya ambil satu yang berwarna kuning), ia pun gelisah dan segera minta ke mama, "Mau terowongan ma... bikin." Demi kelancaran permainan dan terpeliharanya keasyikan si balita, mama segera mengambilkan beberapa mega blocks aneka warna yang kemudian dibuat menjadi terowongan bagi mobil-mobilnya Neo. Dasar si anak cowok, buntut-buntutnya tetep main mobil juga! ;) hehe. Permainan mobil dan terowongan inilah yang kemudian menjadi permainan penutupnya hingga ia bosan dan memutuskan untuk berhenti bermain dengan si kotak kuning. 

**catatan:
- ternyata di kotak kuning ini, Neo cenderung untuk memakai benda-bendanya untuk permainan imajinasi. Menakjubkan ya betapa tak terduganya imajinasi seorang anak kecil. Sungguh suatu pengalaman yang indah dan seru di mata mama. Saya yakin, Neo telah belajar sedikit ataupun banyak dari permainan bebasnya ini, begitu juga dengan mama, semakin dalam lagi mengenal Neo dan pikirannya yang luar biasa.