Showing posts with label motorik halus. Show all posts
Showing posts with label motorik halus. Show all posts

Sunday, October 27, 2013

Ide bermain: Bermain dengan tutup botol plastik

Saya suka sekali menyusun sebuah undangan untuk bermain untuk anak-anak saya (Invitation to Play). Undangan ini bersifat terbuka Dan disusun di area yang aksesibel untuk anak melihat dan menemukan benda-benda mainan tanpa perlu instruksi apapun dari kita.

Kali ini undangan bermain yang saya siapkan adalah tutup botol plastik.

Kami sudah cukup lama mengoleksi benda-benda cantik berwarna-warni ini. Setelah dicuci bersih dan dikeringkan, mereka siap dimainkan. 

Tuesday, September 17, 2013

Prasekolah: Memindahkan Beras menggunakan corong

Asyik menuang beras!
Aktivitas ini termasuk ke dalam latihan practical life, karena melibatkan kegiatan sehari-hari, seperti menuang dan memindahkan obyek ke dalam berbagai wadah.
Bahan:
- Botol plastik bekas
- Corong penuang 
- Beras 1 cangkir penuh 
- Sendok (opsional)

Fokus obyek adalah botol (Bb - letter of the week). Anak dihadapkan pada botol kosong dan secangkir penuh beras. Di leher botol diletakkan corong penuang. Mintalah dia memindahkan beras di cangkir ke dalam botol.

Awalnya Neo tidak terpikir untuk menuang beras langsung dari cangkir ke dalam botol, melainkan meremas (mengambil beras dalam genggaman) dan memasukkannya lewat corong. Namun ia segera menyadari bahwa beras jadi berantakan dan jatuh kemana-mana dan hampir tidak ada yang masuk ke dalam botol. Ia pun berpikir sejenak dan meminta Sendok kepada mama (senangnya melihat logika anak in action!). Mama pun mengambilkan sendok untuk Neo. 
Segera setelah memegang sendok, Neo langsung serius memindahkan beras ke dalam botol dengan lancarnya. Ia pun bangga bisa menyelesaikan tugasnya. Sambil ia menuang beras, kami membahas bagaimana beras jatuh ke dalam Botol (cepat/lambat), apakah botol akan terisi penuh (membuat prediksi) dan tentang bunyi yang ditimbulkan oleh beras yang jatuh.

Banyak hal yang bisa dibahas dan dipelajari dari sebuah kegiatan super sederhana dan murah. Ikuti ritme berpikir anak dan jangan berikan solusi kecuali diminta. 
Selamat bermain! 

Monday, September 16, 2013

Prasekolah: Memindahkan Pompoms ke dalam botol menggunakan penjepit

Minggu ini Letter of the week-nya adalah Bb. Di hari pertama ini salah satu kegiatan latihan motorik halus Neo memakai botol (B - Bottle) Dan Memindahkan pompoms kedalam botol, melewati leher botol yang cukup sempit menggunakan penjepit. Cukup menantang lho... Karena dari kegiatan sebelumnya yang menggunakan pompoms dan penjepit, saya lihat Neo cukup lancar melakukannya, jadi saya putuskan untuk menambah sedikit tingkat kesulitannya.

Bahan yang dipakai:
- Botol bekas minuman yang sudah dicuci bersih dan dikeringkan
- Penjepit (tweezers) 
- Pompoms ukuran medium

Neo suka sekali tantangan semacam ini, yang menuntut konsentrasi tinggi dan fokus. Mama juga suka sekali melihat ekspresi wajah Neo yang super serius! Hehehe.
Perlu diingat: karena cukup sulit (membutuhkan tingkat konsentrasi yang cukup) maka sebaiknya jumlah pompoms yang diberikan jangan terlalu banyak, maksimal sekitar 8 buah, karena anak akan bosan bila harus fokus mengerjakan sesuatu yang cukup sulit dalam waktu lama.

Minggu ke-3 MomSchool buat Neo.

Nggak terasa udah memasuki minggu ke-3 momschool dan Letter of the week adalah Letter Bb.
Wahh untuk letter Bb ini banyaaaak sekali ide muncul karena begitu banyak pilihan benda yang berawalan B. Sebut saja, Bittle, Baloon, Bear, Butterfly, bear, Book, Ball, Bicycle, Buttons, Bubbles, Dst dst. 
Bayangkan aja berbagai kemungkinan art andcraft, ide belajar math, fine motor, practical life Dan lain-lain. Woohoo...!!!

Berikut paket pertama di hari ke-1 Letter of the week B:
Tema: B is for Bottle/botol. 
- Membaca buku Happy Birthday Herbie Hippo (tekanan pada huruf B untuk Birthday)
- Untuk latihan motorik halus: Memindahkan pompoms menggunakan penjepit ke dalam botol
- Latihan menulis huruf B dan mewarnai botol
- Menyanyikan sajak Dan lagu sambil belajar berhitung tentang botol (tune lagu 19 little Indians)
- Latihan menggunting sekaligus pengenalan huruf besar B dan huruf kecil b
.... Dan masih banyak lagi kemungkinan lainnya seiring berjalannya momschool!! (super excited)

Saturday, September 14, 2013

Prasekolah: Latihan Menggunting

Satu penyesalan saya adalah dulu waktu Arvin, sang kakak masih kecil, masih seumuran Neo, saya paling anti lihat dia pegang2 gunting Dan 'benda tajam' lainnya. Ketakutan saya yang berlebihan merugikan bagi Arvin, karena akibatnya karena hampir tidak pernah dibiarkan menggunting, kecakapan mengguntingnya memang jadi kurang bagus.

Berangkat dari kebodohan saya di masa lalu yang belum banyak membaca Dan belum banyak menambah wawasan di bidang perkembangan anak usia dini, saya bertekad untuk mengekspos Neo kepada apapun selama masih dalam lingkup pengawasan saya.

Kemampuan menggunting (melakukan gerakan buka-tutup gunting, mengarahkan pisau gunting dll) merupakan latihan motorik halus yang hebat! Anak juga merasa puas karena bisa memakai suatu benda yang kebanyakan hanya dipakai orang dewasa. Keahlian menggunting juga sangat berguna dalam pendidikan anak selanjutnya di TK maupun SD.

Bahan yang digunakan:
- Gunting khusus anak
- Kertas karton yang sudah diberi garis2 panduan menggunting

Untuk latihan awal, fokusnya adalah membiasakan anak memakai gunting Dan menempatkan gunting di tangan serta menggerakannya. Jadi sebaiknya panduan menggunting berupa garis lurus dulu. Seiring kematangan otot motorik halusnya berikut dengan keahlian menggunting, panduannya bisa ditambah tingkat kesulitannya, seperti garisbzig zag, garis lengkung, garis melingkar dan seterusnya.

Thursday, September 05, 2013

Practical Life: Mengganti Baterai pada Lampu Senter


Pada metode pengajaran Montessori, beberapa kegiatan anak mencakup beberapa kemampuan praktis dalam kehidupan sehari-hari yang umumnya dilakukan di rumah oleh para orang tua dan orang dewasa lainnya. Hal ini sangat penting karena kemampuan praktis ini membuat anak menjadi lebih 'life ready' karena pengetahuannya dapat langsung diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Terinspirasi dari pandangan Montessori tersebut, kegiatan ini melibatkan Neo untuk belajar mengganti baterai pada lampu senter (dipilih karena merupakan jenis alat elektronik yang paling umum dan mudah di buka maupun dioperasikan dan tentu saja untuk dimainkan!). 

Kegiatan ini sangat baik untuk melatih otot-otot motorik halus (gerakan memutar penutup senter untuk membuka dan menutup, serta gerakan jari untuk menyalakan tombol pada senter). Bila dibicarakan lebih jauh dengan anak, bisa juga dijadikan pembahasan tentang sains, bagaimana baterai bisa membuat lampu menyala dan mengapa pemasangan arah Baterai yang salah akan membuat lampu senter tidak bisa menyala dan seterusnya.

Bahan yang digunakan: 
- Lampu senter sederhana
- Baterai baru 
- Sebuah kartu instruksi kecil yang saya buat untuk memberikan gambaran pada Neo tentang letak arah baterai saat dimasukan ke dalam senter kutub positif dan negatif pada baterai.

Neo bersemangat sekali pada saat pertama kali melihat persiapan untuk kegiatan ini, semua anak balita selalu senang kalau diperbolehkan memakai barang-barang milik orang dewasa :-) Sebagai reward, biarkan anak bermain dengan lampu senter setelahnya. 
Menikmati bermain dengan senternya

Prasekolah: Memindahkan Pom poms menggunakan penjepit

Salah satu kegiatan menyenangkan yang Kami lakukan Kali ini adalah sebuah bentuk latihan otot motorik halus buat Neo, yaitu Memindahkan pom poms menggunakan penjepit.
Latihan untuk otot motorik halus merupakan Hal yang sangat penting, karena berhubungan langsung dengan kemampuan Dan kesiapan anak untuk menulis (memegang Dan memanipulasi alat-alat tulis).

Bahan yang digunakan:
- Pom poms (bisa dibeli di toko kerajinan/craft atau dibuat sendiri menggunakan benang wool)
- Wadah
- Penjepit (pilih yang paling sesuai untuk ukuran tangan anak Dan tidak keras untuk digerakan)

Walaupun sempat mengeluh 'susah' pada akhirnya Neo sangat menikmati kegiatan ini, bahkan setelah berhasil memyelesaikan Neo meminta untuk mengulangi Dan memilih pom poms dengan warna favoritnya.

Monday, March 05, 2012

Ide belajar balita: Matching Pairs



Kegiatan kali ini melatih anak untuk mencari persamaan/menemukan 2 buah benda yang sama (berpasangan) di antara banyak benda yang dimasukkan dalam 1 wadah. Kegiatan ini sangat bagus untuk melatih diskriminasi visual, ketelitian dan konsentrasi anak.

Saya pun bongkar-bongkar  mencari 2 benda yang sama di sekeliling rumah dan memasukkan benda-benda ini ke dalam keranjang:
- Boneka kepala gajah kecil
- Tutup wadah selai
- Segitiga kuning dari balok kayu
- Botol bekas minuman dan tutupnya
- mainan plastik doraemon
- Spidol kuning
- Mega Blocks satuan
- Bola plastik putih
- Puzzle segitiga
- Klip kertas bentuk gajah kecil
- Tumbuhan plastik
- Gelang dari manik kayu

Saya berikan instruksi sederhana kepada Neo : "Neo, semua barang di keranjang ini ada pasangannya. Neo cari 2 barang yang sama ya". Saya contohkan dengan mencocokkan sampai 2 pasang benda , kemudian menaruhnya kembali ke dalam keranjang untuk Neo lakukan sendiri. Karena kegiatan ini memerlukan banyak tempat (untuk memilah pasangan-pasangan benda), maka saya tidak menaruhnya di meja, tapi dengan menggelar selimut di kasur. 



Neo nampaknya langsung memahami maksudnya dan segera sibuk mencari benda-benda yang sama.  Dia pun sempat mengamati benda-benda yang dipegangnya dan berusaha mengkolaborasikannya dengan beda-benda lain, seperti:
- memasukkan spidol ke dalam botol
- menempatkan bola ke atas lubang botol/menganalisa apakah bola muat dimasukkan ke dalam botol
- memilah-milah jarak yang sesuai untuk tiap-tiap pasangan
dan tak lupa mengeksplorasi tiap-tiap benda yang ditemukannya. Dalam kegiatan seperti ini, orang tua seharusnya memang memberikan waktu sebanyak-banyaknya bagi balita untuk menyelesaikan 'tugas'nya dan biarkan ia berimajinasi dengan benda-benda yang ditemukannya. 
Saya nggak menyangka Neo akan mengerjakan aktivitas ini dengan serius dan sungguh-sungguh menyelesaikannya! :) I'm one happy mama.

Neo berpose setelah selesai merapikan barang-barangnya kembali ke dalam keranjang ;)

Saturday, March 03, 2012

Stik es krim & tumbler untuk latihan motorik halus


2 benda sederhana yang tersedia begitu saja di rumah, namun ternyata bisa menjadi sangat berguna untuk latihan motorik halus dan sangat digemari Neo. Letakkan Tumbler dan stik es krim dalam wadah di atas meja dan ajak anak ke meja. Instruksinya sederhana saja: "Neo, coba masukin stiknya satu-satu ke dalam tumbler ini ya..". Bila perlu, contohkan 1-2 kali. Selanjutnya biarkan si balita mencoba sendiri. Ini penting karena anak perlu belajar mendengarkan dan memahami kalimat instruksi sederhana. 

Anak pasti akan tergoda untuk memasukkan banyak stik sekaligus, tapi salah satu hal yang saya sukai dari tumbler ini, lubangnya cukup kecil, jadi paling banyak hanya bisa muat 2 stik saja. Ini kesempatan untuk mengajari anak kesabaran dan ketelitian, bahwa dia hanya bisa memasukkannya satu persatu.  Jangan lupa sebutkan warna-warna stik (jika menggunakan yang berwarna) yang berhasil dimasukkan anak untuk memantapkan pengenalannya akan warna.
Latihan motorik halusnya bukan hanya terletak pada kegiatan memasukkan stik ke dalam lubang kecil, tapi juga mengambil stik yang pipih dari permukaan wadah yang datar cukup menantang lho untuk balita, apalagi ketika jumlah stik sudah tinggal sedikit (sama seperti kita mau memungut kartu dari atas lantai yang datar, seringkali sulit bukan?). Anak akan belajar untuk memanipulasi posisi stik dan memanfaatkan sudut wadah untuk bisa memungut stik. 

Sejak pertama kali dikenalkan dengan aktivitas ini, hampir setiap hari Neo kembali meminta melakukannya. Dia suka banget! memang sepertinya ada sesuatu antara balita dengan kegiatan mengeluar-masukkan benda ke dalam wadah.


Wednesday, February 29, 2012

Kotak Kuning untuk Neo

Saya lupa mengambil foto benda-benda ini di dalam kotak sebelum diberikan ke Neo, tapi sudahlah,.. you get the point. lol
Setelah sukses dengan kotak merah-nya, saya membuatkan lagi kotak sensoris (=kotak berisi benda-benda yang ditujukan untuk merangsang sensori anak) dengan aneka barang berwarna kuning yang dimasukkan ke dalam Kotak Kuning untuk Neo, si 22 bulanku.

Isinya antara lain:
- boneka Tweety (sebagai pilihan benda yang lembut)
- celana pendek Neo (kain sebagai benda lembut)
- kertas polos kuning
- mega block
- foam block
- tupperware warna kuning (latihan motorik halus saat membuka-tutup wadah)
- tupperware berisikan snack (sebagai rangsangan taktil)
- wadah play dough
- cetakan play dough
- sedotan plastik
- mobil-mobilan
- mainan Bob The Builder
- bola dengan tekstur
- sepotong kertas crepe
- beads kayu dan tali untuk ronce
- botol plastik dari set Mini Bowling kami
- pensil
- jepit jemuran
- tutup botol plastik

Bongkar-bongkar yuuuk! Saya suka sekali menyaksikan antusiasme seorang anak kecil saat melihat barang-barang yang boleh dia buat berantakan. Memberikan kesempatan bagi balita untuk sekedar membongkar-bongkar dan memberantakan barang-barang (dengan tujuan eksplorasi tentunya) adalah salah satu hal yang menurut saya sangat berharga. Melarang balita menyentuh, apalagi membongkar-bongkar barang-barang, tentunya sudah biasa, bahkan itulah yang biasanya mereka hadapi, yaitu batasan-batasan dan larangan-larangan dimana-mana. Kebebasan untuk mengikuti rasa ingin tahunya pastilah terasa melegakan dan memerdekakan bagi mereka.


Wajah bahagianya saat menemukan Tweety, si burung kuning yang sudah lama nggak dilihatnya. "Tweety!" pekiknya. Beberapa saat kemudian ia pun menempelkan Tweety ke pipinya ;) So sweet!

Begitu menemukan sebuah wadah dengan snack di dalamnya, Neo langsung membuka wadah dan memakan beberapa butir snacknya, nggak semua, hanya beberapa butir saja. Saya memang sengaja menaruh wadah dengan isi snack dengan harapan ia menyadari dan memakannya, tapi sungguh nggak menyangka dia benar-benar meluangkan waktu untuk berhenti sejenak, membuka wadah dan mencicipinya :)

Ini adalah salah satu favorit saya. Neo mengumpulkan beberapa benda ke dekat bantal guling kecil miliknya, termasuk Tweety. Setelah membaringkan Tweety di bantal, ia pun menarik celana pendek miliknya dari dalam kotak dan menutupi tubuh Tweety, ternyata celana pendeknya itu menjadi selimut. "Ini Tweety-nya bobo sini ma. Ini blankey-nya." Imanjinasinya bermain di sini, mama pun dengan semangat mendengarkan dan memperhatikan apa yang dibuat oleh Neo.  

Tak lupa Neo ikutan bobo di bantal bareng Tweety. "Neo ikut bobo." ;)

Selanjutnya Neo beralih ke foam blocks untuk menyusun landasan untuk mobil-mobilannya, Tweety pun jadi supervisor khusus ber'topi' kuning! Hihihi. Uber cute!

Saya mengajak Neo untuk bergantian menyusun menara balok yang tinggi, dia pun terpana saat melihat menara yang kami susun jadi cukup tinggi. Tapi bagian favoritnya apalagi kalau bukan merobohkannya!! Ha! Neo pun terkikik geli.

Kertas crepe sempat dicoba dijadikan dasi/kalung, tapi ternyata kurang panjang. 
Bola kuning bertesktur sempat dipegang juga, kata Neo namanya "Bola Geli". ;D 
Saat-saat balita serius dengan suatu benda seperti ini, bisa menjadi kesempatan bagi orang tua untuk menjelaskan benda tersebut kepada anak, tentang warnanya, teksturnya, beratnya, namanya, jenisnya dan sebagainya. 


Nah, yang satu ini agak improvisasi sedikit, saat menemukan hanya ada satu buah mega block di dalam kotak (saya hanya ambil satu yang berwarna kuning), ia pun gelisah dan segera minta ke mama, "Mau terowongan ma... bikin." Demi kelancaran permainan dan terpeliharanya keasyikan si balita, mama segera mengambilkan beberapa mega blocks aneka warna yang kemudian dibuat menjadi terowongan bagi mobil-mobilnya Neo. Dasar si anak cowok, buntut-buntutnya tetep main mobil juga! ;) hehe. Permainan mobil dan terowongan inilah yang kemudian menjadi permainan penutupnya hingga ia bosan dan memutuskan untuk berhenti bermain dengan si kotak kuning. 

**catatan:
- ternyata di kotak kuning ini, Neo cenderung untuk memakai benda-bendanya untuk permainan imajinasi. Menakjubkan ya betapa tak terduganya imajinasi seorang anak kecil. Sungguh suatu pengalaman yang indah dan seru di mata mama. Saya yakin, Neo telah belajar sedikit ataupun banyak dari permainan bebasnya ini, begitu juga dengan mama, semakin dalam lagi mengenal Neo dan pikirannya yang luar biasa. 


Monday, February 27, 2012

Kotak Merah untuk Neo

Neo suka sekali dengan warna. Dengan bangga ia menunjukkan bahwa ia  bisa mengenali warna-warna pada berbagai benda. Dalam keseharian kita, kita terpapar pada banyak warna sekaligus, untuk memberikan pengalaman berbeda untuk Neo, saya pun mengumpulkan beberapa benda berwarna sama (merah) di sekitar rumah untuk dimasukkan ke dalam Kotak Merah untuk Neo. Tujuannya supaya ia mendapat pengalaman sensoris yang berbeda dari yang biasa, yaitu mengamati dan mengeskplorasi berbagai benda dalam 1 warna yang sama.


Benda-benda yang di dalamnya antara lain:
- baju merah polos berbahan sangat lembut milik saya
- kertas
- mobil-mobilan
- beads kayu
- sedotan plastik
- foam blocks
- tali sutra
- tali plastik
- pipe cleaner
- wadah yoghurt bekas
- bola plastik
- jepit pakaian
- cetakan play dough
- panci mainan
- pony beads
- tutup botol
- botol
- gantungan kuci
- mega blocks
- link-um discs
Saya juga menambahkan 2 potong kertas bertuliskan "Red" dan "Merah" pada kotak saat diberikan pada Neo.
Tanpa ragu, Neo langsung membongkar-bongkar dengan semangat isi kotak merahnya.  Senyum senang pun menghiasi wajahnya. 

Dengan serius memperhatikan gantungan kunci berbentuk lumba-lumba sambil mendengarkan penjelasan dari mama setelah menanyakan "Ini pain ma?" (baca: ini ngapain ma? yang artinya sama dengan ini apa ma?, red.). 

Menemukan si baju lembut, menyentuhnya dan menempelkannya ke pipi. Pengalaman sensorik yang menyenangkan!
"Ini red truck, mama!"

Suka sekali saat menemukan sedotan plastik, ia meniup, menggigit, pura-pura minum, pura-pura bermain suling dan sebagainya. Cukup lama waktu ia habiskan bersama si sedotan. Menarik bahwa seorang balita pun mengerti kalau sebuah benda sederhana dapat diinterpretasikan dalam banyak cara. 

Saya suka sekali melihat bagaimana pikiran si kecil bekerja tanpa instruksi dan bagaimana ia 'sibuk' mengeksplorasi, menyentuh, melihat, membaui, menyicip/menggigit, memperhatikan, melempar, mengangkat, menyusun benda-benda itu sesukanya. Memang kesempatan untuk bereksplorasi dengan sensory tub adalah salah satu kegiatan yang penting dan sangat menyenangkan untuk balita. 

"Ini pake topi" ujarnya saat menemukan sebuah topi kecil dari plastik dan menaruhnya di kepala. "Ini buat makan" katanya sambil menyuapkan sendok plastik ke mulutnya. Si batita 'pamer' pemahamannya akan fungsi benda-benda kepada mama :)

Senang sekali waktu mama membuatkan dan memasangkan kalung dari tali dan cetakan play dough untuknya. Selalu ada tempat untuk permainan dress-up ;)

Akhirnya, setelah bosan membongkar seluruh isi kotak, ia pun memilih beberapa barang dan membawanya ke atas tempat tidur dan mulai menyusun sebuah tempat pencucian mobil. 
Mobil-mobilannya ditaruh atas tiang hidrolik untuk dicuci dan disemprot menggunakan si sedotan plastik! Yay for imaginative play!

** catatan:
Melihat reaksi Neo yang positif (baca: tertarik untuk mengeksplorasi obyek-obyek di dalam kotak, perhatiannya tersita sampai lebih dari 5 menit) terhadap si kotak merah, saya berencana untuk membuatkan lagi baginya dalam warna-warna yang lain. 
Tidak semua benda disentuh dan dipilih Neo, hanya benda-benda tertentu yang diminatinya saja. Ada baiknya menaruh benda-benda yang sama sekali baru/tidak pernah dilihat oleh anak sebelumnya. 
Semakin sebuah benda dapat di manipulasi, semakin menarik untuk balita. 


Thursday, February 23, 2012

Felt Button Snake untuk latihan motorik halus



Salah satu aktivitas motorik halus yang menantang bagi batita adalah memasang kancing (buttoning), karena itu saya ingin mulai melatih Neo melakukannya. Setelah mencari-cari ide latihan buttoning yang menyenangkan, saya pun menemukan ide tentang button snake ini. 

Bahan-bahan:
- kain felt aneka warna (saya hanya ada 4 warna)
- pita sutra 20-30 cm (lebarnya sama dengan ukuran kancing)
- kancing ukuran besar
- gunting
- benang 
- jarum

Cara membuat:
1. Potong-potong kain felt menjadi bagian-bagian kecil, saya memilih bentuk yang termudah yaitu persegi empat. Tapi bila ingin lebih kreatif, bisa dengan membuat bentuk-bentuk geometri agar bisa sekalian digunakan untuk belajar bentuk (segitiga, lingkaran, pentagon dsb).


2. Jahitkan kancing pada masing-masing ujung pita.
3. Guntinglah lubang kancing pada tiap lembaran kain felt yang sudah dipotong-potong tadi.
4. Jadi deh! siap digunakan untuk berlatih memasangkan kancing ;)
 

kakak Arvin bantu nyobain si Felt button Snake sebelum dikasih ke Neo

Contohkan cara memasangkan kancing ke anak, lalu minta dia  mengikutinya

Arvin sukses menyelesaikan ularnya. 

Neo semangat banget saat inisiasi awal dengan 'mainan baru'nya dan setelah dicontohkan, tak ragu mencoba  untuk segera juga. Saking konsentrasinya, lidahnya pun ikutan 'mikir'.. hehe

Supaya lebih mantap, neo pun memutuskan untuk melakukannya sambil berdiri (ngaruh nggak sih?? hehe). Setelah berhasil memasukkan 3-4 lembar felt dalam waktu yang cukup LAMA, ia pun  akhirnya menyerah dan kehilangan minat.

Saya memang nggak ada harapan yang muluk untuk Neo bisa langsung menguasai kegiatan ini, ini hanya inisiasi awal dan bersifat pengenalan saja. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, saya akan mempresntasikan kembali latihan ini kepada Neo, sampai kematangan fisik dan otot-otot motorik halusnya berkembang.