Saturday, January 28, 2012

Ide bermain: Rainbow Rice Sensory Bin


Sudah beberapa kali saya mewarnai beras sebelumnya, selain untuk permainan sensorik, biasanya untuk bahan isian I Spy Bottles. Dengan mempertimbangkan bahwa anak-anak saya SUKA SEKALI bermain dengan media ini, simpanan pewarna makanan yang kami miliki dan berbagai ide menarik tentang Rainbow Rice ini (seperti di sini) membuat saya berpikir: "Ini harus dibuat!" dan mendorong saya kembali mewarnai beras-beras yang masih saya simpan dalam spektrum warna pelangi yang indah. 
Cara untuk mewarnai beras ini mudah dan bisa ditemukan dimanapun di internet, saya memakai cara yang sama dengan cara mewarnai pasta yang saya baca di buku Toddler's Busy Book karya Trish Kuffner. Tidak ada acara ukur-ukur, semuanya dituang begitu saja. Bahan-bahan yang harus disiapkan untuk mewarnai beras antara lain:
- ziploc bags
- pewarna makanan (saya juga memakai cat gambarnya anak-anak)
- alkohol
- kertas/koran bekas untuk alas pengeringan (opsional)
Masukkan beras putih ke dalam plastik (saya menggunakan takaran penuh 1 wadah selai bekas untuk ukuran tiap warna). Tuangkan alkohol kira-kira 1 sendok makan, lalu teteskan pewarna makanan/cat 1-6 tetes, sesuai kuatnya warna yang diinginkan. Kocok dan ratakan beras di dalam plastik dengan cara meremas-remas sampai warna terlihat sudah merata semua. Buka, tuangkan beras yang sudah diwarnai ke atas permukaan koran yang disusun di atas nampan, biarkan hingga kering (1-2jam). Jadi deh! Arvin dan Neo suka sekali membantu mengocok dan meremas kantung-kantung plastik berwarna itu! (hitung-hitung, tambahan kesenangan buat mereka...)
Kami berhasil membuat beberapa warna:
- merah (pewarna makanan)
- pink (pewarna makanan)
- oranye (cat merah dan kuning yang dicampur)
- kuning (cat)
- hijau muda (pewarna makanan)
- hijau tua (pasta pandan untuk makanan)
- biru (cat)
- ungu (pewarna makanan)
**TIPS: hasil terbaik adalah yang menggunakan pewarna makanan, baik cair maupun pasta, apabila dibandingkan dengan cat, karena warnanya jauh lebih tajam dan teksturnya tidak bertepung. 
Oh, ya saya menggunakan kira-kira lebih kurang 2 liter beras untuk semua warna ini (saya beli beras dengan harga termurah di toko beras - mengingat berasnya bukan untuk di makan).


Setelah semua beras berwarnanya kering, saya menyusunnya ke dalam sebuah wadah plastik transparan dan menambahkan 2 buah wadah kecil dan 3 buah sendok yang dibentuk sebagai wajah senyum yang saya harap bagi anak-anak meneriakkan kata-kata seperti; "Yuhuuu! ayo main!". Hihi. 
Sesungguhnya kami punya 2 nuansa warna hijau, tapi karena keterbatasan tempat di kotak, saya hanya menuangkan 1 warna hijau (belakangan saat beras sudah tercampur, kami menambahkan si hijau muda ke dalam kotak). 


Dan permainan pun di mulai,....
Inisiasi awal. 
Saya (belajar dari pengalaman sebelumnya), menaruh alas selimut yang cukup lebar untuk mencegah sakit hati dan kelelahan membersihkan butiran-butiran beras yang tercecer kemana-mana sebagai konsekuensi dari serunya permainan ;p
Saya menaruh box plastik tertutup berisi rainbow rice di hadapan mereka. Saya juga menyediakan atu lagi nampan plastik di dekat mereka (lagi-lagi berdasarkan pengalaman), untuk mencegah siapa tahu ada perebutan area bermain nantinya.  Keduanya berseru, "Wow...". Neo berteriak seru "Main beras!" 

Tutup dibuka.
Neo langsung mengambil sendok merah favoritnya sambil berkata: "sendok Neo!" dan mulai menyendok beras berwarna biru.

Tak sesuai dugaan.
Saya kira mereka akan 'menggila' dan mengaduk-aduk beras-beras yang tersusun rapi ini dalam aktu kurang dari 2 detik, tapi ternyata Arvin malah mengikuti jejak Neo dan ikut menyendok dengan hati-hati di area yang sama, di beras warna biru. Mumpung susunannya masih rapi, saya manfaatkan untuk menunjuk dan menamai warna-warnanya kepada Neo. 

Kejar-kejaran.
karena merasa tertorialnya terganggu, Neo pindah ke beras warna oranye-kuning, eh, Arvin malah ikutan pindah juga. Hihi. Saya suka sekali melihat anak-anakku dalam perilaku orisinil mereka. 

Instruksi tambahan.
Saya beritahu Arvin dan Neo bahwa boleh-boleh aja kok untuk mencampur aduk berasnya. Mereka cuma mengangguk dan Neo menjawab singkat, "Iya, ma." Arvin segera menarik kotak plastik kosong yang saya sediakan, mendekatkannya dan mulai menuangkan beras ke dalamnya. Nampaknya mulai mencoba membangun teritorialnya sendiri. 

Alat tambahan.
Neo mulai menambahkan tangannya ke dalam permainan (saya sudah tunggu-tunggu dari tadi!) mengingat tujuan permainan ini adalah pengalaman sensori menyentuh dan memanipulasi beras dengan tangan. Arvin terus mengisi kotaknya.  

Jari-jari kecil mulai menyisir, menepuk dan meremas beras-beras berwarna nan cantik.

Merebut.
Neo mengambil sendok biru yang dipakai Arvin ambil berkata, "Pinjem kak!", Arvin pun tidak berkomentar dan melanjutkan dengan sendok kecil dan beralih ke wadah-wadah kecil yang belum tersentuh sejak tadi.  
Alat baru.
Saya menambahkan sebuah wadah kaca ke dalam kotak, Arvin langsung mengambilnya dan menggunakan menggunakannya untuk menciduk sebagian besar beras dan memindahkannya ke kotak miliknya. Haha.. ada invasi nih, saya pikir. 

Menuang.
Dia tampak menikmati sekali mengisi wadah sampai penuh dan menuangnya hingga berulang-ulang. Sepertinya kegiatan ini ada efek therapeutiknya juga ya,.. :) Saya suka sekali melihat anak-anak konsentrasi dan serius mengerjakan sesuatu, apa pun itu, termasuk bermain.  

Sesuai dugaan.
Saya sudah menduga pasti dino-dino sahabatnya Arvin akan ikut bergabung dengan kami,... dan saya benar. Para dino pun lalu dikubur di dalam tumpukan beras. 

Tidak lupa para pekerja tambang yang disebut Arvin sebagai para Palaeontologist yang sedang menggali fosil dinosaurus. Imajinasi mulai ikut bermain. 

Di luar kotak.
Neo yang tidak menunjukkan ketertarikan untuk menyertai para dino dalam permainannya pun  segera menemukan bahwa menuang beras DI LUAR kotak dan ke atas kakinya itu jauh lebih menyenangkan! (untung ada selimut,.. ;D)

Rainbow rain.
Saya mengajak Neo untuk merasakan "Rainbow rain" di telapak tangannya. Arvin pun menuangkan beras di telapak tangan kami.

Neo suka sekali merasakan jatuhnya butiran beras di kulitnya dan berulang kali meminta Arvin menuang beras ke telapak tangannya, berkali-kali juga Arvin menuruti dan melakukannya (yang artinya meninggalkan dulu penggalian fossil dino-nya yang sangat penting itu..) Ah, senangnya mama melihat kedua krucils main bersama begini. It made my day. 
Permainan terus berlangsung dengan seru, namun saya melihat berapa lama waktu yang kami habiskan untuk bermain. Di akhir permainan, kami memasukkan kembali beras-beras yang bereceran di selimut ke dalam wadah dan saya memberi Neo sapu dan serokan kecil untuk membantu membersihkan. "Sapu sapu.." pekiknya kegirangan, meskipun tidak banyak beras yang berhasil dia bereskan.. hehehe. 


Setelah selesai bermain, saya menyimpan rainbow rice ke dalam toples plastik besar untuk digunakan di lain waktu dan agar menjaga beras tidak kotor dan berdebu bila dibiarkan di dalam kotak saja. Alasan lainnya agar beras bisa disimpan di dalam lemari agar dikeluarkan sewaktu-waktu dan mencegah kebosanan anak. Kalau anak-anak sudah bosan nanti, bisa dipakai untuk isian I Spy Bottle lainnya (warna yang banyak tentu akan sedikit menambah kesulitannya) dan juga pengganti glitter untuk art & craft. 

Happy Playing! :D
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...