Thursday, January 19, 2012

Permainan sensori buat si 21 bulan

Bulan Januari ini Neo genap 21 bulan ;) mama bersyukur karena Neo sehat-sehat selalu. Belakangan Neo mulai menunjukkan 'taji'nya dalam hal mengekspesikan apa yang dia mau, dia bisa jadi super ngotot dan lebih galak daripada kakak dan mama. Kata-katanya pun sudah mulai membentuk kalimat-kalimat pendek yang semakin mudah dimengerti. Suka sekali menanyakan: "Pain mama?" (baca: ngapain mama?) dan juga kepada penghuni rumah yang lain. Suka menunjukkan pemahamannya tentang suatu topik yang sedang dibicarakan orang lain alias tukang nimbrung! hehe. Juga memerintah: "Mama, gelas taruh sini!" ujarnya sambil menunjuk meja saat mendapati mama menaruh gelas di kursi sehabis minum. "Ma,  Neo mau liat dangdu.." (baca: Ma, neo mau liat dangdut) saat mendengar musik keras odong-odong atau topeng monyet yang lewat di jalan. Dasar si ocil...

Di ulang bulan kali ini, Neo saya kenalkan dengan permainan sensoris yang super asyik (baca: mama dan kakak pun ikutan seru dan ikut main), melengkapi berbagai pengalaman sensorisnya setiap hari. Ide dan resep mewarnai berasnya saya dapat dari buku super keren Toddler's Busy Book karya Trish Kuffner dan mana lagi kalo bukan Pinterest. Kali ini kami mewarnai beras dan cukup dengan tambahan seperti aneka wadah dan sendok, bisa menjadi permainan asyik anti bosan dan anti capek! 

Bermain dengan beras


Jangan tanya kenapa warna pink dipilih untuk mewarnai berasnya, ini tak lain dan tak bukan karena mama salah beli pewarna makanan! hihi maksudnya sih warna merah, tapi jadinya pink.. nggak papa deh, toh Neo nggak protes ;p
Beras memiliki tekstur yang halus dan ringan, sangat menarik untuk dirasakan di kulit kita. Wujudnya yang kecil pun memiliki sifat yang mirip air, yaitu bisa dituang dan dipindahkan ke dalam wadah-wadah dan bentuknya akan menyerupai wadahnya. Sungguh menarik bagi si balita!


Awalnya sediakan alat-alat sederhana seperti cangkir kecil untuk anak menciduk (scooping) beras. Kemudian bertahap mulai tambahkan alat lain, seperti sendok. Sebenarnya saya nggak mengarahkan Neo langsung menggunakan alat-alat, melainkan untuk mengeksplorasi bebas dengan tangan dan jari-jarinya, tapi nampaknya dia lebih tertarik menggunakan alat-alat. 
Sediakan wadah untuk anak memindahkan (transferring) beras, hal ini sangat bagus untuk melatih koordinasi tangan dan mata si kecil. 


Tambahkan corong dan botol plastik kosong untuk tambahan kegiatannya. Neo suka dan serius sekali bermain dengan alat-alat ini. Di mata sang batita semua ini adalah pekerjaan yang penting dan butuh konsentrasinya :)


Kakak Arvin pun ikutan nimbrung saat melihat Neo asyik bermain dengan beras.

Bermain dengan Water beads



Para mommy blogger di luar sana menyebutnya sebagai water beads, tapi di dunia pertanaman biasa disebut dengan Hydrogel. Fungsi utamanya adalah alternatif tanah dan air bagi tanaman (bisa dibeli di toko perlengkapan tanaman). Bila direndam dalam air selama lebih kurang 3 jam, bola-bola kecil ini akan membesar (menyerap air) dan menjadi semacam bola jelly lembut yang kenyal dan membal. Pokoknya super asyik untuk dieksplorasi oleh tangan-tangan kecil yang ingin tahu (mama juga suka banget.. ;p)

Di foto atas, sebenarnya mama belum sempat meniriskan si bola-bola cantik dari air rendamannya tapi sudah keburu dilihat oleh Neo. Dia pun langsung heboh dan tanpa ragu minta untuk memainkannya! yah, sudahlah, lagipula adanya air akan menambah pengalaman sensoris yang lebih kaya buat Neo, langsung mama comot wadah kecil dan 'centong' dari peralatan masak mainan untuk melengkapi permainannya. Kegiatan ini semakin melatih penggunakan peralatan makan Neo, lihat saja, jari-jari kecilnya yang lihai menciduk bola-bola yang licin dari dalam air dan memindahkannya ke wadah kecil. 


Seperti biasa, kakak Arvin tidak mau ketinggalan serunya bermain water beads dan segera bergabung! hitung-hitung latihan untuk belajar berbagi dan bermain bersama untuk Neo (bekerja sama). Serunya bermain hingga si bola-bola cantik pun seringkali terloncat dari kotaknya! :D


Di kesempatan bermain yang berikutnya, water beads sudah ditiriskan, jadi permainan bisa lebih rapi sedikit karena minus air yang nyiprat kemana-mana... hehehe. Asyiknya merasakan bola-bola kecil yang licin dan dingin di permukaan tangan sungguh membuat waktu berlalu dengan cepatnya nggak terasa. Berikut foto beberapa water beads yang kurang beruntung menghadapi serunya intensitas permainan! hihihi. Pecah berantakan. 



Selanjutnya setelah puas bermain, water beads yang cantik  kami simpan di dalam botol kaca dan kakak Arvin memberi ide untuk menaruhnya di depan lampu tidur kami,... wow, indahnya! (multi fungsi nih!) 

Sampai sekarang, dalam hitungan 24jam, sekali atau dua kali Neo selalu meminta bermain dengan water beads-nya. Ini menjadi salah satu barang terlaku di rumah. Benar-benar pembelian barang yang sempurna. Anak-anak senang, mama apalagi :) 
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...