Saturday, January 21, 2012

Ide kegiatan anak: "What to do?" Can

Saya menemukan banyak sekali ide tentang "Bored Jar" yaitu sebuah wadah yang berisikan ide-ide kegiatan untuk anak mana kala anak mengeluh "Aku bosan! (I'm bored!)" terutama di hari-hari liburan panjang. Beberapa ide bisa dilihat di sini  dan di sini. Saya suka dengan konsep yang ada dalam bored jar ini, meskipun untungnya sampai hari ini saya belum pernah mendengar Arvin mengeluh bosan atau kehabisan ide mau melakukan apa. Jadi saya pun membuatnya tapi dengan nama "What to do?" Can. Karena menurut saya nama bored jar itu kesannya agak negatif dan malah akan mempengaruhi Arvin untuk justru mengatakannya, jadi lebih baik membuatnya  penasaran dan bersemangat atau menulis sesuatu yang sifatnya 'mengundang' bagi anak.



Tujuan saya membuatnya tak lain justru ingin memberikan variasi kegiatan bagi Arvin, karena ia cenderung monoton dan kalau sedang suka-sukanya dengan satu kegiatan (misalnya, menggambar) ia akan HANYA melakukan hal itu saja sepanjang hari. Saya juga bermaksud agar beberapa mainan yang lama tidak disentuh atau sudah terlupakan bisa 'dihidupkan kembali' dengan menyebutkan mereka di dalamnya. Tujuan lainnya adalah agar Arvin bisa mencoba berbagai hal baru yang mungkin bila saya ajak langsung, ia belum tentu mau melakukannya. Dan yang tak kalah penting, beberapa ide dalam kaleng yang saya buat, juga berisikan perintah untuk membantu membersihkan dan merapikan rumah. Hehehe, komplit kan? 

Bahan-bahannya sederhana saja, saya membuatnya memakai wadah Pringles bekas (salah satu wadah favorit saya) yang sudah dibersihkan, kertas untuk menuliskan ide-ide, alat tulis, kertas pembungkus kado untuk menghias kaleng dan sedotan (opsional) untuk memasukkan gulungan kertas-kertas ide, supaya ide tidak bisa terbaca dengan mudah karena anak harus mengeluarkan kertas dari sedotan dan kemudian membuka gulungannya. Tujuannya supaya ide yang didapat benar-benar random dan bukan sesuatu yang bisa dipilih sendiri oleh anak. 


Karena jarangnya Arvin merasa bosan dengan apa yang dilakukannya ;p atau merasa perlu ide untuk mengerjakan sesuatu, maka beberapa kali saya justru yang menyarankan Arvin untuk mencoba mengambil 1 ide di dalam kaleng dan mencobanya, terutama bila saya lihat dia cukup santai, PR dan tugas-tugas sudah selesai dan punya waktu luang. Kadang juga bila ia kebetulan melihat si kaleng, ia akan mengambil 1 ide di dalamnya, membacanya, memberitahukan pada saya dan akhirnya melakukan ide tersebut. 

Agar ide yang sama tidak ada kemungkinan berulang-ulang di dapat, sebaiknya setelah dibaca, kertasnya disisihkan dulu di wadah lain supaya ide yang terambil selalu baru dan berbeda. Ini soalnya benar-benar terjadi waktu awalnya saya belum terpikir dan Arvin mendapat ide yang sama sampai 3 kali! (cape' deh!) Nanti kalau semua ide sudah dilakukan, masukkan kembali ide-ide yang sudah dibaca ke dalam kaleng untuk memulai kembali permainannya dari awal. 
Setiap kali saya terpikir ide untuk dimasukkan, saya langsung menuliskannya dan melemparnya ke kaleng. Jadi isinya nampaknya akan terus berkembang dan bertambah ;) Adapun beberapa hal yang saya masukkan ke dalam kaleng, antara lain (tidak semua):
- Play outside and blow bubbles with Neo
- Tidy up our room. Put away toys.
- Play tounge twisters with mama.
- Draw a picture using Paint application on the computer.
- Read a book for Neo.
- Dance to  your favorite song.
- Write your name using your butt.
- Read one story in your Bible with mama.
- Play marble run with Neo.
- Go out and see through your kaleidoscope under the sun.
- Solve a math problem.
- Write a short poem about dinosaurs.
- Play dominoes.
- Help mama to put your ironed clothes into the drawers.
- Play a song on your keyboard.
- Play with your car play mat.
dan banyak lagi yang nampaknya akan terus bertambah.

Tertarik mencobanya?
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...