Tuesday, January 17, 2012

Homemade Toy: Play Stove & Oven dari kardus bekas


Minggu lalu kami berkunjung ke rumah sepupunya anak-anak yang juga adalah satu-satunya keponakan perempuan kami. Di sana Arvin dan Neo bermain dengan play kitchen set milik Bella. Sepertinya yang sudah saya duga, mereka suka sekali bermain masak-masakan dan cukup seru hingga terjadi rebut-rebutan yang tak terhindarkan. Memang mereka tidak asing lagi dengan ide main masak-masakan ini (biasanya bermain membuat makanan dengan play dough).
Saya pun terinspirasi untuk membuatkan play stove & oven sendiri buat kedua anak cowokku (ya, saya tidak masalah anak laki-laki main masak-masakan). Ide itu semakin diteguhkan oleh Arvin yang langsung minta dibuatkan. 
Saya awalnya cuma tanya, "Tadi asyik ya kak main kitchen set-nya Bella?". 
Jawabnya, "Iya, Arvin suka. Neo juga." 
Hening sejenak, "Mama bisa buatin kan?". 
Saya cuma senyum. 
Challenge accepted!
Bermain pura-pura (pretend play) adalah salah satu kegiatan bermain dan belajar yang sangat penting bagi anak, karena dapat meningkatkan kompetensi kognitif dan sosial anak (selengkapnya baca di penelitian ini), apalagi saat ini Neo memang sedang dalam fase suka menirukan kegiatan yang dilakukan orang dewasa. Jadi sedapat mungkin kita harus memfasilitasi permainan pura-pura ini, tanpa harus berpikir sempit apalagi hanya karena alasan jenis kelamin anak.  

Bahan-bahan:
- 1 buah kotak kardus (saya pakai bekas air mineral)
- 1-2 gulung kertas pembungkus kado (optional)
- lem
- gunting
- cutter
- tutup botol plastik
- sedotan plastik
- botol plastik bekas
- mangkuk stainless/plastik/melamine
- foam lembaran
- spidol permanen hitam
- tali 20-30 cm
- paku plastik
- plastik lembaran
- electric tape
- selotip/lakban transparan
- alat tulis
- penggaris
- 1 set perlatan masak mainan (atau gunakan alat-alat makan kecil di rumah)
- Botol-botol plastik bekas (diisi dengan air berwarna) sebagai bumbu dan saus

Cara membuat:


1. Pertama-tama, tentukan desain stove dan oven yang diinginkan untuk dibuat di permukaan kotak. Saya berencana membuat stove dan oven mini saja, hanya ada 2 stove supaya ada tempat untuk membuat sebuah washtafel untuk mencuci alat-alat masak. 
Selanjutnya potonglah bagian-bagian yang perlu dipotong menggunakan gunting dan cutter. Saya membuat lubang untuk washtafel (yang dibuat dari sebuah mangkuk stainless yang dimasukkan ke lubang - untuk tampilan yang lebih realistis saja) dan lubang pintu serta lubang jendela untuk ovennya.  Kemudian (lagi-lagi untuk tampilan yang lebih rapi), bungkuslah sekeliling kotak dengan kertas pembungkus kado atau kertas pembungkus lainnya. Berikutnya potonglah dengan rapi kertas pembungkus sesuai dengan lubang-lubang yang sudah dibuat. 


2. Potong lembaran craft foam (bila tidak ada, bisa menggunakan bahan lain) menjadi 2 lingkaran yang akan dibuat menjadi stove. Buat pola lingkaran stove dengan menggunakan spidol permanen hitam, tempelkan pada bagian atas kotak. 
Agar potongan pada pintu oven bisa lebih awet (karena banyaknya gesekan dari gerakan buka-tutup), pinggirannya saya lapisi dengan electric tape hitam. Untuk menghias bagian dalam oven, saya memotong 1 buah lembaran karton bekas (ukur agar sesuai dengan ukuran keliling bagian dalam kotak) dan membungkusnya dengan kertas metalik berwarna perak. 
Untuk membuat kenop stove, saya memakai 2 buah tutup botol plastik bekas dan melubangi bagian tengahnya menggunakan paku dan palu, lalu memasukkan paku plastik ke dalam lubang. Jangan lupa lubangi juga permukaan kotak dan masukkan kenop berpaku supaya kenop bisa benar-benar berputar saat dimainkan (kalau ribet, bisa dilem saja langsung). 


3. Ambil sebuah botol plastik bekas, potong bagian atasnya, gunakan tutup botol plastik yang lebih besar tapi pas di leher botol, lubangi dan masukkan sedotan plastik yang sudah dipotong untuk membuat kerannya. Karena menggunakan tutup botol yang sedikit lebih besar dari leher botol, keran air ini benar-benar bisa diputar oleh anak saat ingin 'menyalakan' keran airnya. Menambahkan pengalaman yang lebih realistis buat anak dibandingkan keran yang tidak bisa berputar.   
Buatlah dua lubang di sisi kotak dan masukkan ujung-ujung  tali ke tiap lubang dan buat simpul di ujung tali. Tali ini dapat berfungsi sebagai tempat untuk menggantung peralatan masak dan juga lap/serbet. 
Tambahkan aksesoris tambahan pada pintu oven, seperti pegangan untuk membuka pintu dan juga tombol-tombol oven di sisi pintu. Oh iya, selain untuk 'memanggang makanan' oven juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan semua peralatan masak-memasak saat sedang tidak dimainkan anak. Praktis kan? 
Pada akhirnya, saya memutuskan untuk melapisi tiap lekukan dan sudut kotak dengan electric tape supaya lebih awet dan juga tampilan yang lebih rapi.  

Berikut foto para krucils (yang sempat mama jepret) sedang sibuk memasak di stove dan oven barunya:

Krucils sempat beberapa kali duluan memainkan si stove meskipun belom selesai dibuat!
Saat Neo sudah tidur, Arvin jadi 'Raja dapur' dan asyik main tanpa harus rebutan :)
Senangnya mama ketika setelah beberapa waktu lamanya setelah sang Play Stove & Oven's grand launching, tahu-tahu para krucils memainkannya lagi! kali ini justru lebih intensif dengan tambahan beberapa detil dan Arvin dan Neo bermain bersama-sama! (tidak terpisah seperti sebelumnya.. yang satu main ketika yang satu tidur atau sekolah). 

 Main sama-sama, tapi asyik sendiri-sendiri,.. hehehe.

 Pony beads sukses direkrut jadi bahan makanan, hmm saya jadi dapat ide, makanan mainan homemade mungkin? ;p

Arvin sibuk dengan panci, wajan dan tungkunya,.. sementara...
 Neo masih kurang minat dengan tungku dan ovennya, menurutnya (saat ini), masak itu yah mengaduk-aduk dan menuang-nuang bahan makanan di berbagai wadah... nggak salah juga.

Owh,.. habis masak, semuanya menumpuk di washtafel! hayoo.. siapa yang mau pura-pura cuci piring?? :D

Happy cooking!
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...