Tuesday, January 10, 2012

Homemade toy: Car (and Airport) Play Mat dari karton bekas



Ini adalah salah satu proyek mainan saya yang mandeg cukup lama. Dari sejak saya mendapatkan bahan utamanya (karton lembaran), memulai membuat, sampai akhirnya menyelesaikannya, memakan waktu lama, sekitar 1,5 bulan tertunda. Padahal biasanya saya tipe orang yang nggak berhenti kalo belum selesai. Nggak lain karena play mat ini dari segi ukuran memang lebih besar dari proyek-proyek sebelumnya, ditambah dengan keterbatasan waktu saya sehari-hari, tidak mungkin untuk diselesaikan dalam satu hari, jadilah dia sempat di-anak-tiri-kan. bahkan untuk si airport yang sudah lebih dulu dibuat, juga belum sepenuhnya kelar sampai dimainkan oleh Arvin. 
Inspirasi membuat car mat ini banyak sekali saya lihat di berbagai situs blog para mama yang super crafty dan keren, antara lain dari Oopsey daisy Blog dan juga a girl and a glue gun. Namun semuanya berbahan dasar kain felt (memang jauh lebih bagus karena lebih awet, mudah dibersihkan, mudah disimpan dsb). Itu tentu bukan pilihan saya, mengingat harga kain felt yang (bagi saya) relatif mahal. Inti dari mainan-mainan yang saya buat selalu bermodal murah (bahkan gratis! hehe) karena kebanyakan hanya memanfaatkan barang-barang bekas (ingat the real mak irit?). Untuk membuat play mat ini saya nggak keluar uang SAMA SEKALI karena semua bahannya ada di rumah, eits ada sih sekitar 6000 rupiah, itupun buat beli glue stick karena milik saya sudah habis ;p

Si sulung sempat bantuin mama bikin si car mat
Bahan-bahan:
- 1 lembar besar karton (saya menggunakan kardus bekas kotak pigura ukuran sekitar 85x70cm)
- berbagi kertas warna
- stiker label polos
- alat tulis
- penggaris
- lem
- cutter dan gunting
- spidol hitam permanen

Cara membuat: 
1. Pertama-tama dan yang terpenting ukur karton dan tentukan desain letak dan bentuk jalan yang akan dibuat. Saya memilih bentuk jalanan yang super sederhana, hanya jalan lurus dan belok, nggak ada putaran ataupun terowongan dsb.

2. Setelah desain ditentukan, mulailah mengukur dan memotong-motong kertas warna disesuaikan dengan ukuran karton. Proses ini cukup melelahkan karena setelah cukup pusing berpikir, tangan pun cukup pegal mengukur, menggaris dan memotong-motong kertas seharian ;p (kok curcol?)

3. Intinya dengan melihat gambar di foto, cukup jelas bahwa modal utama membuatnya adalah ketekunan dan kreativitas saja. Siapkan bahan-bahan, desain, dan yang terpenting WAKTU (saya menyelesaikannya dengan cara nggak tidur sampai jam 5 pagi. Jangan ditiru!). 
Akhirnya jadi juga deh.. Ta da!

hasil akhir si car mat
Fitur-fitur yang ada di mat sebagian saya sesuaikan dengan koleksi mainan anak  (fire fighter set, construction set, dll)  , sebagian lagi adalah tempat-tempat yang saya sering didatangi anak/familiar (school, church, mall)

Betapa senangnya saya karena saat saya berikan car mat (dan airport mat)-nya Arvin senang sekali. dengan semangat dia langsung cari lokasi, mengumpulkan mainan-mainan mobil dan pesawatnya dan ia pun bermain untuk waktu yang cukup lama. Mama puas banget dan capek-capek begadangnya? ah, sudah lupa tuh! ;)
Arvin sempat kasih saran, menurut dia kok kurang 'hijau' alias nggak ada pepohonan dan bunga-bunga (I love this kid!). Oke lah nak, renovasi selanjutnya akan mama tambahkan hijau-hijauannya.
Saran berikutnya cenderung 'menantang' saya, katanya dia mau sama-sama mama bikin kota yang 3D, jadi bangunan-bangunannya menjulang ke atas, dibuat dari kotak-kotak bekas yang digambari jadi gedung-gedung dan rumah, "Jadi kita harus mulai kumpulin kotak-kotak bekas, ma!" hehehe (I TOTALLY love this kid!) 

Beberapa foto yang sempat diambil waktu Arvin sedang asyik memainkan Car and Airport play mat-nya:
Saya paling suka melihat Arvin serius menyusun-nyusun mainan ;)

Construction set yang sibuk ;)

Armada fire fighter yang lagi siaga

Police station yang juga sibuk dan selalu siaga

Airport yang padat di peak season awal tahun
Ah, senangnya jadi mama.





Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...