Saturday, January 07, 2012

DIY: Puzzle foto sederhana untuk balita



Selama 20 bulan ini, saya belum secara 'resmi' mengenalkan puzzle kepada Neo. Padahal saya tahu bahwa puzzle sangat baik untuk melatih konsentrasi, motorik halus dan ketelitian si kecil. Tidak ada alasan khusus, mungkin belum sempat saja. Terlintas di pikiran untuk membeli puzzle kayu edukatif seperti banyak dijual, tapi sehari-hari Neo seringkali berkutat dengan balok-balok kayu dan foam aneka warna dan bentuk, saya khawatir dia akan bosan bahkan sebelum memulai. Nah, bagi mak irit seperti saya (hehe) sebelum membeli, kita test drive dulu dengan yang sederhana dan (pastinya) buatan sendiri. 
Satu hal yang sangat disukai Neo dari dulu dan masih sampai saat ini adalah melihat wajah bayi. baik secara langsung, di buku/gambar ataupun di televisi. Berangkat dari minatnya itu, saya pun segera mencari gambar-gambar muka bayi di tumpukan majalah parenting bekas di gudang. Sebenarnya kalau ingin lebih personalized, bisa memakai foto anak kita sendiri atau foto anak yang lebih tua atau bahkan foto anggota keluarga lainnya, tapi karena alasan yang (sok) sentimentil, saya kok rasanya nggak tega 'memotong-motong' anak sendiri... hehe.

Bahan-bahan:
- Kardus lembaran (dari kemasan kardus bekas minuman)
- gambar/foto bayi dari majalah
- lem kertas (sebaiknya glue stick)
- gunting atau cutter tajam
- penggaris
- alat tulis
- kuas (optional)





Cara membuat:
1. Setelah memilih gambar yang disukai, tempelkan gambar pada karton secara merata. Saya rekomendasikan glue stick karena memang didisain untuk menempel pada permukaan datar, atau bila menggunakan lem cair (craft glue, dsb), sapukan dengan menggunakan kuas busa supaya hasilnya tipis dan rata. 

2. Tentukan desain puzzle yang diinginkan, gambarkan pada bagian belakang gambar. Berhubung ini puzzle pertamanya dan juga mengingat usia calon pengguna yang usianya <2tahun, saya membuat tidak lebih dari 3 potongan puzzle.  Kalau nanti ternyata terlalu mudah, kita tinggal memotong kembali puzzle dalam bagian-bagian lebih kecil untuk meningkatkan kesulitannya. 

3. Gunting desain secara perlahan dan hati-hati agar hasilnya rapi. Jadi deh puzzle buat si balita tercinta!

Berikut Neo sedang memainkan puzzle-nya:


Foto 1:
Inisiasi awal dengan puzzle. Sempat senyum-senyum lihat bayi di gambar.
Foto 2:
Kelihatannya langsung paham cara memainkannya dan segera mendekatkan 2 bagian puzzle menjadi satu.
Foto 3:
Dengan sekuat tenaga berusaha menyatukan puzzle, bagian puzzle malah jadi 'loncat' ke bagian lainnya.
Foto 4:
Agak kesel, tapi mau melanjutkan dan mengembalikan puzzle ke posisi awal (mengulang lagi).


Foto 5:
Setelah mencoba dengan hati-hati, akhirnya puzzle bisa dipasang dengan sempurna! Yay!

Karena puzzle 2 potong sukses dimainkan Neo kurang dari 1,5 menit (melebihi ekpektasi mama), jadi mama pun mengeluarkan 'senjata' kedua, yaitu si puzzle 3 potongan.


Ternyata di puzzle kedua ini Neo bahkan bisa menyelesaikan dengan lebih baik lagi. Lebih sabar, lebih konsentrasi dan lebih tenang. Mungkin belajar dari pengalamannya dengan puzzle pertama. Siapa lagi yang paling senang? tentunya mama dong! ;D Semoga kegiatan kecil ini berarti banyak bagi pengalaman indera dan kognitifnya.
Saya berencana memecah puzzle-puzzle ini dalam potongan-potongan yang lebih kecil lagi nanti.

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...