Saturday, October 08, 2011

Serunya Menyimak Perkataan Arvin


Berbagai pertanyaan dan pernyataan menarik muncul seiring pertumbuhan Arvin sampai ke usia yang ke-6 sekarang ini. Banyak yang lucu, lugu bahkan menginspirasi. Beberapa diantaranya yang masih saya ingat,... (sebagian besar sudah lupa)

"Ma, orang itu kok merokok sih? kan ada tulisannya NO SMOKING, apa nggak ngerti (bahasa Inggris) ya?"

"Ma, masa kucing bisa main sama-sama burung hantu. Burung hantu kan hidupnya di hutan?" protesnya saat kami sedang menonton Timmy Time bareng Neo.

"Kenapa sih mobilnya terbang gitu? kan kalo mau terbang pake pesawat aja..." protesnya saat nonton film kartun.

"Ma, jangan suka pake kaosnya papa dong. Kan itu kebesaran, jadi jelek keliatannya."

"Ma, kok dulu Arvin sama neo nggak dilahirin kembar aja sih?" tanyanya, sesaat setelah kami membaca buku tentang saudara kembar.

"Mama ini gimana? Arvin nggak bisalah disuruh jagain Neo, kan Arvin masih anak-anak. nanti kalo Neo manjat-manjat Arvin kan nggak bisa gendongnya..." Ngeles saat mama titipin bayi Neo sebentar gara-gara kebelet pipis.

"Ma, orang itu kok mukanya jerawatan sih? karena males cuci muka ya ma?" mendorong mama untuk memberikan kuliah singkat ke Arvin bahwa tidak semua jerawat disebabkan oleh kebersihan pribadi yang kurang baik.

"Ma, jangan marah dong sama Neo, kan dia masih kecil, belom ngerti." komentarnya yang menohok saat mama kelepasan marahin Neo.

Saat Neo masih bayi dan ada pertemuan keluarga dimana ada banyak bayi dan balita lain di sekitar kami, opa-oma, om-tantenya Arvin dan Neo pun membagi perhatian ke anak-anak lain selain Neo, Arvin segera menarik saya dan berkata di telinga saya, "Ma, Neo is the cutest baby in the whole wide world, kan?" Aww,.. dia 'ngebelain' adiknya dengan caranya sendiri. So sweet.

"Ma, kok dokternya harus potong di perut mama sih? memangnya bayinya nggak bisa keluar sendiri ya?" tanyanya setelah menerima penjelasan tentang bekas luka operasi di perut saya dan diceritakan tentang proses persalinan caesar.

"Masa itu anak kecil bawa motor? anak kecil itu kan harusnya naik sepeda..." protesnya ketika melihat anak-anak kecil, tanpa helm, gonceng bertiga, ngebut-ngebutan di jalanan kompleks (mama pun ingin menanyakan hal yang sama deh kayaknya)

"Mama ini gimana sih? anak sakit kok disuruh sekolah.." protesnya di pagi hari ketika saya menyiapkannya ke sekolah dan menanyakan apa kakinya masih sakit (sehari sebelumnya saat bermain di halaman dia terjatuh hingga kakinya sempat terkilir; padahal sudah diurut dan sembuh).

"Dek, ini di foto ini cuma ada papa, mama sama kakak, soalnya waktu itu Neo belom lahir, masih ada di telurnya mama..." ujarnya, berusaha menjelaskan sebuah foto kepada Neo, setelah kami menonton program tentang proses konsepsi, embrio dan sel telur ibu di Nat Geo.

"Kenapa papa harus kerja di Surabaya? Kan di Jakarta ada kantor **** juga? kenapa nggak di kantor yang di sini aja?" protesnya saat tahu papanya akan bekerja di kota lain.

"Ma, kalau nanti mama punya anak lagi, cewek aja ya ma. arvin mau punya adik cewek." pesannya (-_-")

"Kenapa ma? Neo sakit ya? Nanti kita berdoa ya buat Neo supaya sembuh." hati mama langsung tenang.

"Sini ma, kita pasang di tasnya Arvin biar keren. Supaya kalo nanti temen-temen Arvin lihat, Arvin mau bilang mama yang buatin." Serunya saat menerima gantungan kunci buatan mama.

*gambar diambil disini 
Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...