Saturday, October 29, 2011

Reusing Idea: Rainstick dari kaleng Pringles


Sejak dulu saya DOYAN banget dengan Pringles, mulai dari rasa Original sampe Seaweed, meski tentu juaranya adalah si Chessy Cheese. Selain rasanya yang adiktif, satu hal menonjol dari Pringles adalah kemasan tubularnya yang menarik. Tentunya langsung masuk dalam kategori 'dibuang sayang'nya saya :D Selain fungsi utamanya yang sangat jelas, sebagai tempat penyimpanan, kaleng Pringles banyak berubah menjadi mainan buat anak-anak saya. Bahan dasarnya yang mudah diolah (tidak seluruhnya terbuat dari bahan kaleng), membuatnya ringan dan cukup mudah untuk dipotong. 

Selain membelikan mainan umum seperti mobil-mobilan, pesawat dan berbagai binatang, mainan yang saya sediakan buat cowok-cowok saya ini adalah alat-alat musik. Nah, sejak Arvin masih kecil saya pengen banget punya rainstick, tapi belom kesampaian sampai sekarang. Di usia balita Neo sekarang yang senang akan bunyi-bunyian dan juga mengguncang segala sesuatu, ditambah lagi timbunan kaleng pringles yang mulai berdebu di meja, saya tertantang membuat rainstick sendiri. Caranya? yuk mari disimak.

Bahan-bahan:
- 1 kaleng kemasan Pringles
- 1 bungkus craft stick/stik es krim
- kertas/plastik pembungkus
- lem
- cutter tajam/craft knife
- selotip transparan/lak ban
- beras sekitar 4 sdm










Cara membuat:
1. Buat potongan di sekeliling kaleng pringles menggunakan cutter atau pisau, jangan terlalu lebar, hanya selebar craft stick yang digunakan saja. 
2. masukkan craft sticks ke dalam lubang-lubang yang sudah dibuat di sekeliling kaleng. Banyaknya lubang yang dibuat terserah saja, dikira-kira sudah cukup atau belum. Akan tampak seperti ini:


3. Setelah itu, lem tiap-tiap sudut pertemuan antara lubang dan craft stick, biarkan hingga mengering (minimal 2 jam).
4. Setelah lem mengering, potong lebihan craft stick yang mencuat menjadi pendek (sedekat mungkin ke permukaan kaleng).
5. Saya mendapati bahwa hasil potongan ini cukup tajam, mengingat jari-jari kecil tercinta yang akan memainkannya, saya membungkus sekeliling kaleng dengan selotip transparan (lak ban).







6. Karena permukaan yang tidak rata, saya mengurungkan niat untuk membungkus si kaleng menggunakan kertas pembungkus yang sudah saya siapkan dan justru menggantinya dengan palstik bercorak funky yang bisa saya temukan di rumah. Hasilnya luamayanlah, jadi lebih eksotis! hehe. 

Tips:
^ Untuk bunyi 'hujan' yang lebih  lama, rainstick sebaiknya dibuat dari tabung yang lebih panjang (semakin lama bagi beras untuk turun/bergerak dari satu ujung ke yang lainnya). Bila punya tabung yang lebih panjang, tentunya hasilnya akan semakin baik.
^ Inti dari membuat rainstick adalah membuat 'penghalang' bagi beras agar tidak langsung jatuh saat tabung dibalikkan, melainkan bergerak perlahan dan menghasilkan bunyi yang seperti hujan. 
^ Bila dipegang secara horizontal dan digoyangkan maju-mundur, bisa jadi alat shaker biasa.

Si Rainstick nangkring dengan serasi bersama alat-alat musik lainnya :)

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...