Wednesday, January 26, 2011

"Bye-bye bottle, Hello cup!": Tips membantu anak melepaskan kebiasaan minum dari botol dot

Ada banyak alasan orang tua memberikan botol dot kepada anaknya dan kita tidak akan bahas alasan-alasan tersebut. Yang akan kita bahas adalah bagaimana membantu anak yang (sudah) memakai botol dot untuk melepasnya dan beralih ke cangkir (bisa sippy cup atau sedotan).
Tulisan ini dibuat sebagai Jawaban dari permintaan pembaca *ceile* (thanks Debz buat sarannya)

Mengapa?
Pertama dan yang terpenting pertanyaannya adalah: kenapa sih harus melepas (weaning) botol dot? Karena anak perlu belajar meminum dari sedotan atau cangkir, seiring dengan kematangan perkembangannya. Memegang dan mampu mengarahkan (koordinasi tangan dan mata) serta membantu dirinya sendiri meminum dari cangkir minumannya adalah hal penting dan sangat baik bagi rasa percaya diri anak dan kemandiriannya.

Kapan?
Menurut dr. Laura Jana dari WebMD, kunci keberhasilan melepas anak dari dot, adalah memulainya sejak dini. Jadi jangan sampai orang tua jatuh pada 'jebakan' menunda-nunda proses lepas dari dot ini. Banyak orangtua yang cenderung 'menunggu' anak benar-benar bisa memegang gelas dengan baik baru mau memulai proses weaning, padahal keseluruhannya adalah proses belajar, jadi kalau nampaknya anak masih perlu bantuan memegang gelasnya sendiri, bukan berarti harus menunda lho! Justru ini kesempatan baik buat anak melatih motorik halusnya sekalian. Sangat disayangkan kalau alasan orang tua menunda proses weaning adalah karena orang tua sendiri yang 'belum mampu' meninggalkan kenyamanan yang diberikan oleh dot, seperti: minuman tidak gampang tumpah dan berceceran kemana-mana, anak tidak pernah tersedak dan sebagainya.

Latihan melepas dot bisa dimulai dari usia 6 bulan, sejak anak makan juga. Karena anak juga mulai mengenal peralatan makan lainya seperti mangkuk dan sendok, namun secara umum bisa dimulai dari usia 6 bulan ke atas. Ada orang tua yang ingin memulai lebih cepat atau sedikit mundur.
Mengingat semuanya adalah proses belajar, jadi semua harus dilakukan bertahap. Jadi fokusnya bukan bagaimana supaya anak saya MELEPAS dotnya, tapi bagaimana supaya anak saya BELAJAR MEMAKAI cangkirnya. Sampai anak mahir dan akhirnya bida melepas botolnya dan beralih memakai si cangkir.
Pengalaman saya pribadi, waktu anak saya yang pertama (sempat minum pakai botol dot cukup lama), proses lepas dotnya baru mulai sejak umur 1 tahun lebih dan latihannya pakai gelas bersedotan (tidak pakai sippy cup). Selain faktor usia anak, pengalaman saya, sebaiknya timing dalam proses weaning ini juga harus di waktu-waktu yang senyaman mungkin, dalam arti, anak dalam kondisi sehat/tidak lagi sakit atau rewel-rewel tumbuh gigi-misalnya, tidak sedang dalam transisi besar lainnya, misalnya toilet training, pindah ke kamar sendiri, pindah rumah, masuk playgroup, baru punya adik dan sebagainya. Karena bisa-bisa anak malah jadi stres dan malah proses weaningnya gagal total.

Bagaimana?

Beberapa ahli menganjurkan untuk secara bertahap mengganti frekuensi minum dengan botol dot ke minum dengan cangkir.
Contoh:
Anak dalam sehari minum susu 3 kali dengan botol dot. Mulailah memberikan minum 2 kali dengan botol dan 1 kali dengan cangkir. Tahap berikut 1 kali dari botol dan 2 kali dari cangkir. Terus menerus secara bertahap sampai pada akhirnya anak minum susu hanya dari cangkir. Untuk lebih mendorong anak minum dari cangkir, berikan porsi minum yang banyak (sesuai aslinya) di cangkir dan beri minum sedikit saja pada botol, jadi anak belajar bahwa jika ia ingin minum lebih banyak, dia harus meminum dari cangkir.
Tips lainnya berikan minuman yang paling anak sukai (misalnya susu atau jus buah) di dalam cangkir dan minuman yang tidak terlalu disukai di dalam botol (misalnya air putih).

Nah itu tips para ahli, kalo tips dari saya ;p alias pengalaman pribadi, kita sediakan waktu buat 'mempersiapkan' anak untuk konversi dari botol dot ke cangkir. Misalnya, 2 minggu atau 1 bulan sebelumnya saya sudah bilang-bilang ke anak bahwa nanti dia akan mulai minum dari gelas karena dia sudah besar dan botol dotnya buat anak bayi yang lain.
Tiap hari terus countdown sampai hari 'H' datang sambil tiap hari melatih penggunaan cangkir. Jika hari 'H' sudah tiba, beritahu anak kalau sudah waktunya mengucapkan selamat tinggal pada si botol dot dan orang tua harus punya komitmen yang kuat untuk menyingkirkan si botol dot, once and for all. Jadi tidak ada lagi 'kelonggaran' untuk kembali ke botol, karena si botol dot memang sudah nggak ada lagi! ;) Orang tua harus siap dengan kemungkinan anak marah, rewel dan mogok minum karena ingin botol dotnya kembali, tapi disitulah konsistensi orang tua diuji. Ingat, sekali gagal, wibawa kita luntur lho..
Itu sih pengalaman saya dulu lho ya.. Tapi berhasil kok untuk anak saya. Tapi saya nggak rekomendasikan ini untuk anak usia <1 tahun, karena bagian terpentingnya ada di komunikasinya, proses 'mempengaruhi' anak lewat kata-kata dan sugesti selama menunggu hari 'H' jadi sangat penting untuk diperhatikan.
Bagian terakhir yang terpenting, jangan pernah LUPA untuk memberikan penghargaan pada anak yang sukses minum dari cangkirnya! Berikan pujian, pelukan atau apa saja yang bisa menyenangkan hati anak dan membuatnya bangga. Tunjukkan bahwa anda bahagia dengan pencapaian barunya!

Begitulah tips untuk melepas kebiasaan anak minum dari botol dot-nya. Semoga berguna ya!

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...