Thursday, February 23, 2012

Neo di 22 bulan




Hitung mundur ke ulang tahun Neo yang kedua sudah tambah dekat, tinggal 2 bulan lagi :) Puji Tuhan
saat ini si ocil sehat-sehat dan tambah pintar. Perbendaharaan katanya yang semakin banyak dan juga ekspresinya yang semakin kompleks membawa banyak senyum dan tawa dalam keseharian kami, tak jarang juga kekesalan, hehe. 
Beberapa hal yang cukup menonjol di bulan ke 22 ini, antara lain:

1. Mulai banyak tantrum.
Mengingat komunikasi yang masih belum sepenuhnya lancar, memang wajar jika batita seringkali frustrasi dan marah saat tidak dipahami. Di usia ini juga kata-kata seperti "nggak mau" dan "nggak" kayaknya lagi populer buat Neo. Ajakan rutin seperti mandi, memakai baju dan makan seringkali ditolak mentah-mentah, entah itu untuk menunjukkan independensinya atau hanya ingin menguji kesabaran mama... Pokoknya tidak ada ajakan yang langsung diterima, pasti ditolak dulu. Sigh...

2. Merasakan dan mengungkapkan rasa takut.
Ada beberapa kesempatan saya mendapati Neo mengatakan bahwa ia takut, "Mama, takut Neo.." katanya. Biasanya melihat adegan film atau bertemu dengan binatang yang tidak familiar. Sementara reaksi awal kita sebagai orang tua adalah untuk berkata "Nggak usah takut, nggak apa-apa kok", ternyata menurut para ahli, hal ini adalah NORMAL bagi anak seusianya. Tidak apa-apa untuk mengapresiasi dan mengajarinya untuk memahami rasa takutnya, karena bagaimanapun rasa takut itu penting bagi keselamatannya.  

3. Menunjukkan minat yang sangat besar terhadap tulisan dan huruf-huruf cetak di sekitarnya.
Sekarang ini, Neo suka sekali menunjuk tiap huruf yang dilihatnya, untuk sebagian huruf yang sudah ia kenal akan dia namai dengan semangat, sebagian lagi bila ia tidak tahu, akan ditanyakan ke mama. "Ini apa ma?" atau "Ini pain?" (ia masih bingung pemakaian kata apa dan ngapain?). Saya selalu geli kalau mendengar lagu alfabet versi Neo yang asbun alias asal bunyi.. Hihi, how cute!

4. Membangun minatnya dari minat sang kakak.
Neo tiap hari terpapar pada seluruh aktivitas sang kakak, Arvin the Dino Boy (fans berat dinosaurus dan segala jenis hewan prasejarah lainnya). Jadi ia pun sekarang jadi Dino Boy juga yang sehari-hari menemani sang kakak bermain dengan figurin dinosaurus, membaca buku dinosaurus, menggambar dinosaurus dan menonton film dan video tentang dinosaurus. Dia pun dengan mantap memamerkan pengetahuannya akan beberapa nama dino, seperti: "Tiyeks" untuk Tyrannosaurus Rex, "Atops" untuk Triceratops, "Ofo" untuk Dilophosaurus, "Atus" untuk Stethacanthus, "Opus" untuk Parasaurolophus dan "Akhio" untuk Brachiosaurus.

5. Semakin gemar memanipulasi benda kecil dan menyortir benda-benda.
Di usia ini, Neo suka sekali dengan benda-benda yang bisa dibuka pasang, dibuka tutup, dimasukkan dikeluarkan dan juga menyortir benda-benda kecil. Tentu saja mama menyambut dengan gembira hal ini dan menyiapkan beberapa kegiatan untuk memfasilitasi kegemaran yang positif ini. Sejauh ini favoritnya adalah menyortir benda berdasarkan warna, karena ia sudah menguasai warna-warna. Kegiatan seperti ini sangatlah baik untuk melatih keterampilan motorik halusnya dan merangsang kemampuan kognitifnya untuk pengorganisasian benda-benda.

6. Menggunakan kata "Yuk" dan "Dong"
Neo sedang suka-sukanya membubuhkan 2 kata ini dalam pembicaraannya sehari-hari, seperti:
"Mama, makan yuk!"
"Mama, netek yuk!"
"Kak Arvin, minjem dong!"
"Kak Fael, sama-sama dong!"
Yang membuat saya tersenyum kecil tiap kali mendengarnya.

Sehat terus ya nak ;) God bless you always. 

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...